Amankah Penggunaan Rantai Tali pada Masker? Ini Penjelasan Dokter
Senin, 01 Maret 2021 - 20:07 WIB
loading...
Baru-baru ini tren penggunaan tali pada masker sedang digandrungi masyarakat. Foto Ilustrasi/Pinterest
A
A
A
JAKARTA - Baru-baru ini tren penggunaan tali model rantai pada masker sedang digandrungi masyarakat. Tali masker berfungsi untuk menggantung masker saat sedang digunakan.
Selintas penggunaan tali masker terlihat praktis dan dapat membuat penggunanya tidak kesulitan jika terpaksa harus melepasnya. Namun, apakah benda ini aman digunakan?
Baca Juga: Nia Ramadhani Lemot Gara-Gara Kurang Zat Besi, Begini Penjelasan Ahli
Dokter Relawan COVID-19, dr. Fajri Adda’i menjelaskan, penggunaan tali masker sebenarnya tidak dianjurkan. Sebab, penggunaan tali masker ini dikhawatirkan bakal menimbulkan cross contamination atau kontaminasi silang saat penggunanya melepas masker.
“Masker itu kan tujuannya melindungi kita dari droplet dari luar. Berarti permukaan luarnya kotor, bisa saja dari masker itu kalau kita gantung, menempel di baju. Bisa juga sebaliknya, dari baju mengenai masker bagian dalam sehingga kita bisa terinfeksi dari situ. Inilah alasan mengapa berbahaya dan tidak disarankan,” terang dr. Fajri dalam wawancara eksklusif dengan MNC Portal Indonesia, Senin (1/3).
Selintas penggunaan tali masker terlihat praktis dan dapat membuat penggunanya tidak kesulitan jika terpaksa harus melepasnya. Namun, apakah benda ini aman digunakan?
Baca Juga: Nia Ramadhani Lemot Gara-Gara Kurang Zat Besi, Begini Penjelasan Ahli
Dokter Relawan COVID-19, dr. Fajri Adda’i menjelaskan, penggunaan tali masker sebenarnya tidak dianjurkan. Sebab, penggunaan tali masker ini dikhawatirkan bakal menimbulkan cross contamination atau kontaminasi silang saat penggunanya melepas masker.
“Masker itu kan tujuannya melindungi kita dari droplet dari luar. Berarti permukaan luarnya kotor, bisa saja dari masker itu kalau kita gantung, menempel di baju. Bisa juga sebaliknya, dari baju mengenai masker bagian dalam sehingga kita bisa terinfeksi dari situ. Inilah alasan mengapa berbahaya dan tidak disarankan,” terang dr. Fajri dalam wawancara eksklusif dengan MNC Portal Indonesia, Senin (1/3).
Lihat Juga :