Ibu yang Lebih Sabar Ternyata Bisa Cegah Resiko Depresi pada Anak
Kamis, 11 Maret 2021 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
“Dukungan orang tua khususnya dimasa kecil anak, dampaknya sangat besar dan positif dalam kehidupan anak selanjutnya,” tutur Joan L. Luby, MD, seorang profesor Kejiwaan Anak dari Washington University School of Medicine di St. Louis, Mo, Amerika Serikat dikutip dari webmd.
Penelitian yang dilakukan oleh Joan ini, melibatkan 92 anak yang berusia prasekolah berlanjut sampai mereka masuk usia sekolah. “Kondisi ini amat mencerminkan kehidupan pengasuhan yang sering dihadapi orang. Taruhlah ibu memasak makan malam, dan anak sedang marah-marah. Nah bagaimana Anda menghadapinya?,” tanya Joan.
“Saat itulah dibutuhkan dukungan orang tua dalam mengatasi kemarahan si kecil. Seberapa banyak orang tua bisa memberi dukungan kepadanya, dan meredakan amarahnya,” sambung Joan lagi. Kemudian, tim peneliti memberi skor pada masing-masing ibu dalam kemampuan mereka membantu anak mengatasi kemarahan yang melanda anak tersebut. Peneliti melanjutkan mengikuti rekam jejak si anak, dan ketika usia anak telah mencapai 7-13 tahun, otak mereka lalu dipindai menggunakan magnetic resonance imaging (MRI).
Baca juga : roy-suryo-piala-menpora-2021-upaya-hidupkan-kembali-olahraga-di-indonesia
Fokus perhatian tim peneliti khususnya adalah ukuran salah satu area di otak yang bernama hippocampus. Hippocampus ini berperan dalam menyimpan memori dan mengatasi stres. Ukuran hippocampus ini berhubungan dengan beberapa faktor seperti perasaan stres atau depresi yang dihadapi.
Penelitian yang dilakukan oleh Joan ini, melibatkan 92 anak yang berusia prasekolah berlanjut sampai mereka masuk usia sekolah. “Kondisi ini amat mencerminkan kehidupan pengasuhan yang sering dihadapi orang. Taruhlah ibu memasak makan malam, dan anak sedang marah-marah. Nah bagaimana Anda menghadapinya?,” tanya Joan.
“Saat itulah dibutuhkan dukungan orang tua dalam mengatasi kemarahan si kecil. Seberapa banyak orang tua bisa memberi dukungan kepadanya, dan meredakan amarahnya,” sambung Joan lagi. Kemudian, tim peneliti memberi skor pada masing-masing ibu dalam kemampuan mereka membantu anak mengatasi kemarahan yang melanda anak tersebut. Peneliti melanjutkan mengikuti rekam jejak si anak, dan ketika usia anak telah mencapai 7-13 tahun, otak mereka lalu dipindai menggunakan magnetic resonance imaging (MRI).
Baca juga : roy-suryo-piala-menpora-2021-upaya-hidupkan-kembali-olahraga-di-indonesia
Fokus perhatian tim peneliti khususnya adalah ukuran salah satu area di otak yang bernama hippocampus. Hippocampus ini berperan dalam menyimpan memori dan mengatasi stres. Ukuran hippocampus ini berhubungan dengan beberapa faktor seperti perasaan stres atau depresi yang dihadapi.
Lihat Juga :