Diprioritaskan Terima Vaksin AstraZeneca, Indonesia Layak Bersyukur
Jum'at, 12 Maret 2021 - 23:24 WIB
loading...
A
A
A
"Sepengetahuan saya, baru Afrika Selatan yang sudah mendapatkannya. Sebagian akan mendapatkannya pada Semester II tahun ini. Nah, Indonesia sudah dapat lebih dahulu sejak Januari lalu," ungkap Jane.
Dia juga mengatakan bahwa Indonesia beruntung punya pabrik vaksin PT Bio Farma. Menurutnya, di Asia Selatan dan Asia Tenggara, hanya Indonesia dan India yang punya pabrik vaksin. Sebab dengan adanya pabrik vaksin, Indonesia tidak perlu membeli vaksin jadi.
Sampai sekarang, Indonesia sudah mendapat sekitar 4,1 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi. 3 juta dosis dari Sinovac Biotech, China, dan sisanya dari AstraZeneca. Selain bentuk jadi, Sinovac juga sudah mengirimkan 35 juta dosis dalam bentuk bahan baku (bulk).
Juru bicara PT Bio Farma, Bambang Heriyanto menambahkan, total bulk vaksin yang akan diterima dari Sinovac sebanyak 140 juta dosis, yang akan diterima secara bertahap hingga Juli 2021.
"Sejauh ini, program vaksinasi masih berjalan dengan lancar dan baik. Kami optimis program vaksinasi dapat dicapai sesuai target pemerintah," ungkapnya.
Dia juga mengatakan bahwa Indonesia beruntung punya pabrik vaksin PT Bio Farma. Menurutnya, di Asia Selatan dan Asia Tenggara, hanya Indonesia dan India yang punya pabrik vaksin. Sebab dengan adanya pabrik vaksin, Indonesia tidak perlu membeli vaksin jadi.
Sampai sekarang, Indonesia sudah mendapat sekitar 4,1 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi. 3 juta dosis dari Sinovac Biotech, China, dan sisanya dari AstraZeneca. Selain bentuk jadi, Sinovac juga sudah mengirimkan 35 juta dosis dalam bentuk bahan baku (bulk).
Juru bicara PT Bio Farma, Bambang Heriyanto menambahkan, total bulk vaksin yang akan diterima dari Sinovac sebanyak 140 juta dosis, yang akan diterima secara bertahap hingga Juli 2021.
"Sejauh ini, program vaksinasi masih berjalan dengan lancar dan baik. Kami optimis program vaksinasi dapat dicapai sesuai target pemerintah," ungkapnya.
Lihat Juga :