Diprioritaskan Terima Vaksin AstraZeneca, Indonesia Layak Bersyukur
Jum'at, 12 Maret 2021 - 23:24 WIB
loading...
Indonesia memiliki vaksin yang makin bervariasi setelah vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca Inggris tiba sebanyak 1,1 juta dosis vaksin belum lama ini. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia memiliki vaksin yang makin bervariasi setelah vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca Inggris tiba sebanyak 1,1 juta dosis vaksin belum lama ini. Vaksin tersebut merupakan dosis tahap pertama dari 11.704.800 juta dosis vaksin.
Baca juga: Semenjak Rina Gunawan Tiada, Teddy Syach Masih Enggan Pulang ke Rumah
Selain itu, vaksin tersebut sudah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) yang dikeluarkan sehari sesudah kedatangan vaksin.
Menanggapi hal tersebut, pengamat imunisasi, Dr Elizabeth Jane Soepardi mengatakan bahwa Indonesia mendapat prioritas pertama di antara negara-negara di Asia Tenggara yang mendapat vaksin AstraZeneca . "Untuk itu WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) memberikan apresiasi yang tinggi kepada Indonesia," katanya dalam keterangan resminya, Jumat (12/3).
Menurutnya, Indonesia pantas bersyukur, karena fasilitas COVAX melalui WHO dan UNICEF (organisasi dunia yang mengurusi anak-anak dan pendidikan) biasanya diprioritaskan untuk negara-negara miskin, seperti negara-negara Afrika.
Baca juga: Semenjak Rina Gunawan Tiada, Teddy Syach Masih Enggan Pulang ke Rumah
Selain itu, vaksin tersebut sudah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) yang dikeluarkan sehari sesudah kedatangan vaksin.
Menanggapi hal tersebut, pengamat imunisasi, Dr Elizabeth Jane Soepardi mengatakan bahwa Indonesia mendapat prioritas pertama di antara negara-negara di Asia Tenggara yang mendapat vaksin AstraZeneca . "Untuk itu WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) memberikan apresiasi yang tinggi kepada Indonesia," katanya dalam keterangan resminya, Jumat (12/3).
Menurutnya, Indonesia pantas bersyukur, karena fasilitas COVAX melalui WHO dan UNICEF (organisasi dunia yang mengurusi anak-anak dan pendidikan) biasanya diprioritaskan untuk negara-negara miskin, seperti negara-negara Afrika.
Lihat Juga :