Tanpa Rasakan Gejala, Inilah Penyebab Pasien Kanker Paru Terlambat Berobat
Minggu, 21 Maret 2021 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
“Contohnya kayak kanker payudara itu ada Sadari, diraba ada benjolan langsung deteksi jadi orang bisa deteksi sendiri. Kanker paru enggak demikian, enggak ada deteksi dini kayak CT-scan atau foto thorax yang rutin dilakukan. CT-scan dua tahun sekali, seperti kayak di negara-negara maju. Deteksi dini ini memang suka terlambat,” imbuhnya.
Baca Juga : 5 Manfaat Kesehatan Luar Biasa dari Pisang Merah
Melihat situasi ini, Dr. Sita menyebutkan maka dari itu mengimbau untuk orang-orang yang masuk di kategori populasi tinggi harus rutin melakukan deteksi dini. Begitu juga dengan orang non-populasi tinggi tapi punya gejala pernapasan yang tak kunjung sembuh, wajib untuk periksa ke dokter.
“Jadi sekarang kita himbau populasi tinggi yakni pria, usia di atas 40 tahun, dan merokok itu harus rutin deteksi dini. Sama dengan orang yang bukan di populasi atas, tapi dengan gejala pernapasan yang enggak kunjung sembuh dengan pengobatan, sudah selama 2 pekan itu wajib ke dokter untuk diperkisa lebih lanjut,” pungkas Dr. Sita.
Baca Juga : 5 Manfaat Kesehatan Luar Biasa dari Pisang Merah
Melihat situasi ini, Dr. Sita menyebutkan maka dari itu mengimbau untuk orang-orang yang masuk di kategori populasi tinggi harus rutin melakukan deteksi dini. Begitu juga dengan orang non-populasi tinggi tapi punya gejala pernapasan yang tak kunjung sembuh, wajib untuk periksa ke dokter.
“Jadi sekarang kita himbau populasi tinggi yakni pria, usia di atas 40 tahun, dan merokok itu harus rutin deteksi dini. Sama dengan orang yang bukan di populasi atas, tapi dengan gejala pernapasan yang enggak kunjung sembuh dengan pengobatan, sudah selama 2 pekan itu wajib ke dokter untuk diperkisa lebih lanjut,” pungkas Dr. Sita.
(wur)
Lihat Juga :