Hati Hati dengan Glaukoma, si Pencuri Penglihatan Masih Mengancam

Senin, 22 Maret 2021 - 19:09 WIB
loading...
Hati Hati dengan Glaukoma,...
foto / dok JEC Eye Hospital
A A A
JAKARTA - Penderita glaukoma membutuhkan penanganan berkesinambungan secara disiplin. Bila tidak, glaukoma berpotensi menyempitkan lapang pandang mata sehingga penderitanya hanya bisa melihat objek seolah dari lubang kunci. Bahkan, sampai buta total, tanpa bisa disembuhkan.


“Penanganan glaukoma tanpa pemeriksaan teratur pada dasarnya berbahaya. Kami mengkhawatirkan pasien yang belum bisa melanjutkan pemeriksaan, terutama mereka yang kondisi glaukomanya tergolong progresif. Sebelum pandemi, pada pasien yang berkunjung rutin pun masih didapati adanya peningkatan tekanan bola mata atau kerusakan saraf optik. Mengingat glaukoma bisa asimtomatik, sangat mungkin penderita tidak menyadari terjadinya penurunan fungsi penglihatan mereka. Artinya, menunda-nunda pemeriksaan berkala dalam jangka waktu yang panjang bisa memperburuk glaukoma mereka. Ingat, kerusakan saraf mata karena glaukoma tidak dapat disembuhkan, dan kebutaan akibat penyakit ini berlangsung permanen,” papar Prof. DR. dr. Widya Artini Wiyogo, Sp.M(K), Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dokter Subspesialis Glaukoma, dan Ketua Layanan Glaukoma JEC Eye Hospitals & Clinics dalam konferensi pers virtual, beberapa waktu lalu.

Baca juga : sedang-nanti-kelahiran-anak-dinda-hauw-dan-rey-mbayang-positif-covid

Saat ini, glaukoma menjadi penyebab utama kebutaan di seluruh dunia dan tertinggi kedua setelah katarak. Bersifat kronis, glaukoma memberi dampak sangat besar terhadap kualitas hidup penyandangnya. Mulai perasaan cemas sampai depresi karena adanya risiko kebutaan, aktivitas sehari-hari penderita juga mengalami keterbatasan lantaran lapang pandang mereka terganggu. Kehidupan sosial pun terkendala karena hilangnya penglihatan yang berangsur-angsur,serta harus bergantung kepada orang lain sehingga produktivitas penderita pun menurun.

“Sayangnya, situasi glaukoma di Indonesia masih memprihatinkan lantaran penderita seringkali baru mencari pengobatan ketika sudah pada stadium lanjut. Karenanya, penatalaksanaan glaukoma sedini mungkin melalui pemeriksaan berkelanjutan dan pengawasan dokter ahli secara konstan sangatlah penting. Tak terkecuali, saat pandemi COVID-19. Tujuannya, agar progresivitas penyakit ini dapat dikontrol dan kerusakan saraf mata bisa diperlambat sehingga kebutaan pun tercegah,” jelas Dr. Iwan Soebijantoro, SpM(K), Dokter Subspesialis Glaukoma JEC.

Baca juga : Kakak J-Hope BTS Dikabarkan Tanda Tangan Kontrak dengan CUBE Entertainment

Data terakhir Kementerian Kesehatan RI yang tercantum melalui laporan “Situasi Glaukoma di Indonesia” (2019)[1]memprediksi jumlah penderita glaukoma secara global pada 2020 mencapai 76 juta – atau meningkat sekitar 25,6% dari angka satu dekade lalu yang masih 60,5 juta orang. Sementara di Indonesia, data yang sempat dirilis secara resmi barulah prevalensi glaukoma sebesar 0,46% (setiap 4 sampai 5 orang per 1.000 penduduk).

Dokter Iwan tetap menganjurkan untuk tetap kontrol kondisi mata. “Berkurangnya kuantitas dan frekuensi kunjungan pasien sepanjang 2020 sangatlah bisa dipahami. Sebab, keselamatan diri dan keluarga dari paparan wabah COVID-19 tentunya menjadi prioritas seluruh masyarakat. Saat ini, JEC dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat dan tegas, kami berharap masyarakat tetap leluasa mendapatkan penanganan kesehatan mata secara aman. Tak terkecuali bagi penyandang glaukoma yang membutuhkan pemeriksaan berkelanjutan dan pengawasan dokter ahli secara konstan,” tambah Dr. Iwan Soebijantoro, SpM(K), Dokter Subspesialis Glaukoma JEC yang mengatakan JEC juga menghadirkan JEC @ Cloud guna mempermudah pasien berkonsultasi kesehatan mata secara daring dan mendapatkan pertolongan pertama saat pandemi COVID-19. Melalui layanan ini, kondisi glaukoma pasien bisa terus terpantau.
(sal)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
8 Ciri-ciri Tubuh Kelebihan...
8 Ciri-ciri Tubuh Kelebihan Kafein yang Harus Diwaspadai
Kerap Tidak Bergejala,...
Kerap Tidak Bergejala, Ini Tanda-Tanda Anda Mengidap Glaukoma
Adul Tepis Rumor Idap...
Adul Tepis Rumor Idap Glaukoma hingga Buta: Saya Sehat!
Aminah Cendrakasih Berjuang...
Aminah Cendrakasih Berjuang Melawan Glaukoma Selama 14 Tahun
Aminah Cendrakasih Idap...
Aminah Cendrakasih Idap Glaukoma sebelum Meninggal Dunia
Studi: Long Covid-19...
Studi: Long Covid-19 Ditandai dengan Kerusakan Saraf di Kornea Mata
Cara Mencegah dan Mengobati...
Cara Mencegah dan Mengobati Glaukoma, Ini Tips Sehat dari Siloam Hospitals Buton
Mengapa Penculikan Massal...
Mengapa Penculikan Massal Masih Melanda Nigeria?
Mengapa Tidak Boleh...
Mengapa Tidak Boleh Melihat Gerhana Matahari Secara Langsung? Ini Bahaya yang Ditimbulkan
Rekomendasi
Air Mata 2016, Sejarah...
Air Mata 2016, Sejarah 2026: Saat Dunia Tak Berhenti Bicarakan Messi
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Berita Terkini
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Misi Evelyne Bongkar...
Misi Evelyne Bongkar Kebenaran Dimulai dalam Undercover Ex Girlfriend di V+Short, Simak Sinopsisnya!
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 2: Hancurnya Rumah Tangga Mila, Jaka Terpojok!
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved