Formulasi Produk Hiperpigmentasi Terbaru Hadir di Indonesia
Selasa, 23 Maret 2021 - 22:15 WIB
loading...
Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Angka kejadian okronosis di Indonesia terbilang besar. Hal itu dikarenakan banyaknya masyarakat yang menggunakan produk brightening hidrokuinon terlalu berlebihan dan tanpa pengawasan dokter.
Karenanya, kulit wajah menjadi tebal dan timbul flek biru karena pigmen mengendap di bawah kulit sehingga sulit dikeluarkan. Tak jarang produk tersebut beredar di online marketplace tanpa rekomendasi dokter.
Baca Juga: Cangkir dan Teko Nagita Slavina Harganya Rp 12 juta, Netizen : Apalah Arti Tupperwareku yang Kredit
Hidrokuinon merupakan gold standard kedokteran dalam terapi hiperpigmentasi, tetapi dalam penggunaannya tidak disarankan lebih dari 6 bulan serta perlu hati-hati digunakan oleh ibu hamil dan menyusui juga pemilik kulit sensitif.
Hal ini membuka mata Regenesis Indonesia bahwa dengan angka kejadian hiperpigmentasi yang tinggi di Tanah Air karena iklim tropisnya pasti memerlukan produk dengan tingkat keefektifan yang setara hidrokuinon tetapi memiliki profil keamanan yang lebih tinggi.
Karenanya, kulit wajah menjadi tebal dan timbul flek biru karena pigmen mengendap di bawah kulit sehingga sulit dikeluarkan. Tak jarang produk tersebut beredar di online marketplace tanpa rekomendasi dokter.
Baca Juga: Cangkir dan Teko Nagita Slavina Harganya Rp 12 juta, Netizen : Apalah Arti Tupperwareku yang Kredit
Hidrokuinon merupakan gold standard kedokteran dalam terapi hiperpigmentasi, tetapi dalam penggunaannya tidak disarankan lebih dari 6 bulan serta perlu hati-hati digunakan oleh ibu hamil dan menyusui juga pemilik kulit sensitif.
Hal ini membuka mata Regenesis Indonesia bahwa dengan angka kejadian hiperpigmentasi yang tinggi di Tanah Air karena iklim tropisnya pasti memerlukan produk dengan tingkat keefektifan yang setara hidrokuinon tetapi memiliki profil keamanan yang lebih tinggi.
Lihat Juga :