Penyakit Ginjal, Ancaman The Silent Killer

Kamis, 25 Maret 2021 - 05:53 WIB
loading...
A A A
Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena faktor pembiayaan yang sangat mahal. Secara tidak langsung kondisi yang terjadi berdampak pada kualitas pasien cuci darah. “Faktornya pembiayaan. Dibanding di luar kualitas pasien cuci darah masih jauh. Di luar negeri sudah 12 jam sepekan. Di Indonesia masih 8 jam seminggu. Di beberapa RS masih ada 3-4 jam padahal rekomendasinya 5 jam per datang. Di indonesia masih 10 jam per minggu. Ini masih kurang dirasa,” ungkapnya.

Kendala lain yang diihadapi penderita terkait masih kurangnya unit cuci darah di Indonesia. Dari data yang di Indonesia Renal Register, jumlah unit cuci darah hanya 960 saja. Itu pun dirasa kurang untuk memenuhi standar ideal pelayanan populasi pasien cuci darah. “Unit cuci darah di daerah masih sedikit, misal di Maluku dan Papua yang teregister di Indonesia Rena Register sekitar lima unit cuci darah dari total 960 unit cuci darah yang teregister,” paparnya.

Karena itulah, Tony melihat perlunya aturan yang memudahkan pendirian unit cuci darah. Saat ini pendirian itu kewenangan bukan hanya satu pihak saja, tapi ada beberapa pihak misal dari Dinas Kesehatan dan perhimpunan Nefrologi yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 812 tentang Penyelenggaran Hemadialosa.

“Kemudian ada juga rekomendasi dari perhimpunan. Lalu BPJS Kesehatan juga boleh mengatur titiknya di mana. Kita berharap hemadialosa itu bisa lebih merata karena bertambah jumlah populasi cuci darah,” tegasnya.

Apa itu Gagal Ginjal?
Fungsi ginjal seseorang bisa saja mengalami penurunan atau bahkan tidak berfungsi dengan baik karena berbagai faktor risiko. Kondisi ini bisa dikatakan sebagai penyakit ginjal kronik atau lebih dikenal dengan gagal ginjal. Ginjal menjadi salah satu organ tubuh yang berperan penting dalam membuang senyawa racun yang membahayakan tubuh. Selain itu, Ginjal juga bekerja membuang kadar garam berlebihan dan urea atau limbah yang mengandung nitrogen hasil metabolisme protein yang tidak dibutuhkan tubuh.

Sehingga, jika organ ginjal terganggu atau tidak dapat berfungsi dengan baik, maka tubuh akan menyimpan banyak racun dan menjadi tidak sehat. pada tahap lanjut, pasien gagal ginjal kronik harus menjalani hemodialisis atau cuci darah. Sebab, ginjal tidak lagi bisa menjalankan fungsi utamanya, yaitu menyaring limbah hingga cairan dalam tubuh.

Baca juga: Hari Ginjal Sedunia, Angka Kematian Akibat Gangguan Fungsi Ginjal Terus Meningkat

Spesialis penyakit dalam Prof Dr dr Suhardjono menjelaskan, penyakit ginjal kronik adalah penurunan fungsi atau struktur ginjal yang lebih dari tiga bulan. Ada dua jenis gagal ginjal, yakni gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik (GGK).

"Pasien sering tidak sadar jika tubuhnya menyesuaikan dengan penurunan fungsi ginjalnya. Gagal ginjal akut sering terjadi mendadak, hanya dalam hitungan jam sampai minggu, faktor penyebabnya seperti pendarahan berat, dehidrasi, syok, infeksi berat (sepsis), reaksi alergi, obat-obatan, keracunan, dan sumbatan di saluran kemih," kata Suhardjono.

Sedangkan untuk gagal ginjal kronik, ia pun menegaskan umumnya berlangsung lama, tapi progresif. Penyakit ini muncul karena masalah ginjal atau dipicu oleh penyakit lain dari luar. Seperti diabetes, hipertensi, infeksi, dan penyakit autoimun‎.

"Alkohol bisa menjadi penyebab dan memperberat, tetapi tidak menjadi penyebab utamanya. Harus ada penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, infeksi ginjal, batu ginjal, dan gangguan lainnya,"tambahnya.

Pada 2016, penyakit ginjal kronik merupakan penyakit katastropik kedua terbesar setelah penyakit jantung yang menghabiskan biaya kesehatan sebesar Rp2,6 triliun rupiah.

"Penyakit ginjal kronik tidak dapat sembuh dan pengobatannya relatif panjang. Tapi bisa dicegah dan dikendalikan untuk memperlambat kerusakan, salah satunya dengan dialisis,"tutur Suhardjono.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
Kampanye One Bite, One...
Kampanye One Bite, One Dream Bersama Ji Chang Wook, Happytos Bangun 2 Sekolah di Kupang
Bersama Ji Chang Wook,...
Bersama Ji Chang Wook, Happy Tos Ajak Masyarakat Bantu Pendidikan Tanah Air
Ramadan dan Idulfitri,...
Ramadan dan Idulfitri, Kolaborasi Lemonilo-Gaabor Hadirkan Kolaborasi Penuh Makna
Gagal Ginjal Tak Bergejala,...
Gagal Ginjal Tak Bergejala, Masyarakat Diimbau Deteksi Dini Lewat Tes Urin
Dokter Ingatkan Pasien...
Dokter Ingatkan Pasien Transplantasi Ginjal Wajib Disiplin Obat dan Pola Hidup Sehat
PDIP Ingatkan Syarat...
PDIP Ingatkan Syarat BPJS Kesehatan bagi Mahasiswa Tidak Memberatkan
PROLANIS Bantu Peserta...
PROLANIS Bantu Peserta JKN Memantau Penyakit Kronis
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026
Rekomendasi
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Berita Terkini
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
Pesan Menyentuh Ruben...
Pesan Menyentuh Ruben Onsu untuk Anak di Hari Ulang Tahun, Singgung Kenangan yang Masih Disimpan
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved