Sambut Positif Vaksinasi Gotong Royong, Begini Penjelasan Dokter Tirta dan Dekan FKUI
Minggu, 04 April 2021 - 02:32 WIB
loading...
A
A
A
Vaksintersebut tetap harus mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lewat pemberian ijin penggunaan darurat (EUA).
Upaya percepatan vaksinasinya memang tak boleh kendor. Sebab belum semua sasaran sudah divaksinasi. Sejauh ini, menurut laman covid19.go.id, per 31 Maret 2021, jumlah orang yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 8.095.717 orang, sedangkan yang sudah menjalani dosis kedua atau dosis lengkap berjumlah 3.709.597 orang. Jika ditotal, jumlah orang yang sudah divaksin sudah menembus angka 11.805.314 orang.
Angka tersebut, menurut laman covid19.go.id, menempatkan Indonesia di posisi 4 sebagai negara nonprodusen vaksin yang sudah memvaksinasi warganya. Posisi tersebut di bawah Jerman, Turki, dan Brazil, serta di atas Israel dan Prancis.
Di samping itu, pemerintah kini sudah mampu memvaksinasi sekitar 500.000 orang per hari. Artinya jumlah harian orang yang divaksin terus meningkat, seiring persediaan dan distribusi vaksin yang lancar. Tinggal 500.000 orang lagi, Indonesia akan memenuhi target vaksinasi 1 juta orang per hari, seperti yang diharapkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Menurut Ari, keamanan vaksin COVID-19 tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, vaksin tersebut sudah beredar di masyarakat. "Mestinya aman karena vaksin itu sudah mendapat EUA dari BPOM," ucapnya.
Soal efek samping yang dialami oleh penerima vaksin Covid-19 juga diantisipasi karena ada Komite Nasional KIPI. "Selain itu efek sampingnya juga tidak signifikan." kata dia.
Upaya percepatan vaksinasinya memang tak boleh kendor. Sebab belum semua sasaran sudah divaksinasi. Sejauh ini, menurut laman covid19.go.id, per 31 Maret 2021, jumlah orang yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 8.095.717 orang, sedangkan yang sudah menjalani dosis kedua atau dosis lengkap berjumlah 3.709.597 orang. Jika ditotal, jumlah orang yang sudah divaksin sudah menembus angka 11.805.314 orang.
Angka tersebut, menurut laman covid19.go.id, menempatkan Indonesia di posisi 4 sebagai negara nonprodusen vaksin yang sudah memvaksinasi warganya. Posisi tersebut di bawah Jerman, Turki, dan Brazil, serta di atas Israel dan Prancis.
Di samping itu, pemerintah kini sudah mampu memvaksinasi sekitar 500.000 orang per hari. Artinya jumlah harian orang yang divaksin terus meningkat, seiring persediaan dan distribusi vaksin yang lancar. Tinggal 500.000 orang lagi, Indonesia akan memenuhi target vaksinasi 1 juta orang per hari, seperti yang diharapkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Menurut Ari, keamanan vaksin COVID-19 tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, vaksin tersebut sudah beredar di masyarakat. "Mestinya aman karena vaksin itu sudah mendapat EUA dari BPOM," ucapnya.
Soal efek samping yang dialami oleh penerima vaksin Covid-19 juga diantisipasi karena ada Komite Nasional KIPI. "Selain itu efek sampingnya juga tidak signifikan." kata dia.
Lihat Juga :