Tiwi Eks T2 Lahirkan Anak Kedua dengan Metode Gentle Birth, Apa Itu?

loading...
Tiwi Eks T2 Lahirkan Anak Kedua dengan Metode Gentle Birth, Apa Itu?
Prastiwi Dwiar alias Tiwi eks T2 bersama bayi yang baru dilahirkannya. Foto/IG @tentangtiwi
JAKARTA - Penyanyi Tiwi Prastiwi Dwiar atau terkenal sebagai Tiwi eks T2 menceritakan perjuangannya melahirkan anak kedua dengan metode gentle birth. Mantan personel duo T2 ini mengaku, harus menahan rasa sakit selama 36 jam sebelum akhirnya melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan yang dinamai ‘Aleia Abista Rahman’.

Kisah perjuangan Tiwi melahirkan dengan metode gentle birth itu dituangkannya di media sosial Instagram.

Baca Juga: 8 Pasangan Artis Ini Pertama Kali Jalani Ramadhan sebagai Suami Istri

“Perjuangan selama 36 jam, dari mulai perut super kenceng tgl 9 malam.. dengan observasi dirumah, latihan2 yoga dirumah seinget dan sebisa nya, ga bisa tdur krn selalu dpt kejutan kecil yg selalu bikin tersentak kebangun. Sampe akhirnya tgl 10 April kemarin, muncul flek dr yg dikit sampe gede..,” kata Tiwi, seperti dikutip dari Instagramnya, Rabu (14/4).

Tiwi mengatakan, proses persalinan kali ini berbeda dengan saat melahirkan anak pertama yang menggunakan bius epidural.



“Mengingat kata org2.. ‘Tenang ajaaa.. anak kedua lebih gampang dan cepet kok. Okeeyyy afirmasi yg sangat positif yaa utk aku yg lahiran anak pertama menggunakan Epidural, sedangkan di Tembuni bener2 Gentle Birth,” tulisnya di keterangan foto.

Lantas, apa itu metode gentle birth dan apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan proses persalinan tersebut?

Gentle birth merupakan suatu proses melahirkan yang tenang dan damai sehingga rasa sakit ibu saat melahirkan bisa lebih berkurang. Melansir laman Made For Mums, metode gentle birth telah dikembangkan pertama kali oleh dokter kandungan Dr Gowri Motha pada tahun 1980-an.

“Saya sangat yakin bahwa bayi tahu bagaimana cara dilahirkan dan terserah pada ibu untuk mempersiapkan dan membuat tubuhnya rileks,” kata Dr Motha.

Dia mengatakan, sebelum melahirkan dengan metode tersebut, calon ibu harus memiliki fisik atau tubuh yang bugar, lentur untuk persalinan, percaya diri, terkendali secara emosional, serta mampu memahami bagaimana mengelola tuntutan persalinan dan kelahiran.



Pada calon ibu yang masih bekerja, Dr Motha menyarankan untuk berhenti atau cuti selama beberapa minggu atau bulan sebelum melahirkan.

“Bekerja menyebabkan stres, yang dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon stres kortisol pada ibu dan juga menyebabkan stres pada bayi baru lahir. Ubah gaya hidup Anda dan berhenti bekerja sedini mungkin. Kemudian tubuh akan rileks dan menghasilkan lebih banyak hormon bermanfaat seperti relaxin, endorfin, dan hormon plasenta lain,” jelasnya.

Selain menghilangkan stres, pola makan calon ibu juga perlu diperhatikan. Batasi makanan-makanan yang mengandung gula dan gluten. Disarankan untuk mengonsumsi makanan-makanan yang sehat seperti makanan berbasis quinoa, sayuran, ikan, dan daging untuk asupan protein memadai.

Terakhir, yang tak kalah penting untuk disiapkan calon ibu adalah mental. Dr Motha menyarankan agar calon ibu selalu berpikir positif.

Baca Juga: Tips Atasi Gangguan Tidur selama Berpuasa

“Ketika seseorang mulai makan dengan benar dan menjadi rileks, alam akan membantu mereka menjadi lebih percaya diri,” kata Dr Motha.

Salah satu olahraga yang dapat dilakukan calon ibu untuk lebih rileks dalam menghadapi persalinan adalah yoga. Latihan satu ini juga sempat dilakukan Tiwi sebelum melahirkan.
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top