Kemenparekraf Godok Platform Booking Online Bersama ASYST
Rabu, 14 April 2021 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk sekarang khusus domestik, sejalan fokus Kemenparekraf untuk menggarap pasar lokal. Lalu terkait tujuan kita melakukan kolaborasi ini, karena aksesbilitas adalah salah satu kunci utama pergerakan wistawan Nusantara. Jadi harus didukung dengan sistem yang memadai," kata Nia Niscaya.
Baca Juga : Kemenparekraf Gelar Kharisma Event Nusantara Untuk Dorong Perkembangan Sektor Wisata
"Platform digital ini juga akan diintegrasikan dengan platform kita di Indonesia.travel. Jadi nantinya kita sama-sama berpromosi, jadi lebih lengkap, tidak hanya sebagai look saja, tetapi juga bisa book dan pay. Jadi ketika wisatawan sudah terinspirasi untuk mengunjungi suatu destinasi, bisa langsung pay di situs yang sama," imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan President & CEO ASYST, Achmad Royhan. Ia mengatakan keunggulan dari kolaborasi pihaknya dengan Kemenparekraf juga memungkinkan para pelaku UMKM untuk mempromosikan produk-produk unggalan mereka.
"Produk-produk UMKM juga bisa ikut onboarding. Karena platform ini bukan mencari untung, tetapi lebih ke solution provider dan terbuka dengan siapa yang ingin berkolaborasi. Misalnya dari pihak tour and travel. Mereka bisa join dan membuat program-program yang lebih fleksibel," papar Royhan.
Baca Juga : Kemenparekraf Gelar Kharisma Event Nusantara Untuk Dorong Perkembangan Sektor Wisata
"Platform digital ini juga akan diintegrasikan dengan platform kita di Indonesia.travel. Jadi nantinya kita sama-sama berpromosi, jadi lebih lengkap, tidak hanya sebagai look saja, tetapi juga bisa book dan pay. Jadi ketika wisatawan sudah terinspirasi untuk mengunjungi suatu destinasi, bisa langsung pay di situs yang sama," imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan President & CEO ASYST, Achmad Royhan. Ia mengatakan keunggulan dari kolaborasi pihaknya dengan Kemenparekraf juga memungkinkan para pelaku UMKM untuk mempromosikan produk-produk unggalan mereka.
"Produk-produk UMKM juga bisa ikut onboarding. Karena platform ini bukan mencari untung, tetapi lebih ke solution provider dan terbuka dengan siapa yang ingin berkolaborasi. Misalnya dari pihak tour and travel. Mereka bisa join dan membuat program-program yang lebih fleksibel," papar Royhan.
(dra)
Lihat Juga :