Mari Simak! Wirda Mansur sang Mahasiswi Oxford Berbagi Opini tentang Passion
Selasa, 20 April 2021 - 14:29 WIB
loading...
Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Wirda Mansur bukanlah sosok yang asing di telinga anak muda. Wirda disebut-sebut menjadi sosok inspiratif bagi anak muda. Hal tersebut dikarenakan berbagai pencapaian yang ia raih di usia yang masih belia.
Wirda menjadi penghafal Alquran di usia 14 tahun dan menjabat sebagai direktur saat berumur 18 tahun. Putri sulung Ustadz Yusuf Mansur ini menjadi direktur di usianya yang begitu belia untuk label kosmetik yang ia dirikan, WakeupMakeup.
Baca Juga: Cerita Anggi Marito soal Kritik Pedas Juri Idol hingga DM Penyanyi Amerika Max Schneider
Baru-baru ini, perempuan yang tercatat sebagai mahasiswi Oxford University di Inggris itu membicarakan tentang passion. Passion merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu yang disuka atau dianggap penting untuk dilakukan. Sederhananya, passion berarti kondisi di mana motivasi yang kuat bertemu dengan emosi yang sama kuatnya.
Wirda membahas tentang opini-opini yang mengharuskan seseorang bekerja sesuai passion. Namun, ia memiliki pandangan lain terhadap hal tersebut.
“Nggak semua passion itu adalah kunci dari kesuksesan. Kadang kita suka agak terkecoh dengan passion kita. Yang menurut kita baik belum tentu baik kan, yang menurut orang lain baik juga belum tentu baik untuk kita,” ujar Wirda.
Wirda menceritakan posisi terjebak di mana seseorang menuruti permintaan orang lain untuk menjalani hidupnya sehingga tidak bisa mengejar passion dan impiannya sendiri. “Kita jangan selalu berpatok dengan passion. Seiring bertambahnya usia dan waktu, kita kan pasti nggak di sini-sini aja,” jelas Wirda.
Wirda menjadi penghafal Alquran di usia 14 tahun dan menjabat sebagai direktur saat berumur 18 tahun. Putri sulung Ustadz Yusuf Mansur ini menjadi direktur di usianya yang begitu belia untuk label kosmetik yang ia dirikan, WakeupMakeup.
Baca Juga: Cerita Anggi Marito soal Kritik Pedas Juri Idol hingga DM Penyanyi Amerika Max Schneider
Baru-baru ini, perempuan yang tercatat sebagai mahasiswi Oxford University di Inggris itu membicarakan tentang passion. Passion merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu yang disuka atau dianggap penting untuk dilakukan. Sederhananya, passion berarti kondisi di mana motivasi yang kuat bertemu dengan emosi yang sama kuatnya.
Wirda membahas tentang opini-opini yang mengharuskan seseorang bekerja sesuai passion. Namun, ia memiliki pandangan lain terhadap hal tersebut.
“Nggak semua passion itu adalah kunci dari kesuksesan. Kadang kita suka agak terkecoh dengan passion kita. Yang menurut kita baik belum tentu baik kan, yang menurut orang lain baik juga belum tentu baik untuk kita,” ujar Wirda.
Wirda menceritakan posisi terjebak di mana seseorang menuruti permintaan orang lain untuk menjalani hidupnya sehingga tidak bisa mengejar passion dan impiannya sendiri. “Kita jangan selalu berpatok dengan passion. Seiring bertambahnya usia dan waktu, kita kan pasti nggak di sini-sini aja,” jelas Wirda.
Lihat Juga :