Gandeng YMSJ, Danie Corporate Lakukan Gerakan Aksi Sosial Ojol
Selasa, 11 Mei 2021 - 02:36 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, pengemudi ojol atau masyarakat yang menggunakan jasa URCPJ dalam mengurusi jenazah, akan difasilitasi URCPJ. Mulai dari proses memandikan, mengkafani, menggunakan ambulans hingga pemakaman, semuanya tanpa dipungut biaya sepeserpun.
Para pengemudi ojol, kata Danie, akan mengikuti pelatihan memandikan jenazah. "Tujuan akhir dari URCPJ, agar komunitas driver ojol khususnya danmasyarakat pada umumnya, belajar pengurusan jenazah. Sehingga nantinya, jika ada keluarganya yang meninggal, driver ojol bisa mandiri untuk mengurusi jenazah keluarganya, seperti memandikan dan mengkafani jenazah," jelasnya melalui keterangan persnya, Senin (10/5).
Danie menambahkan, pelaksanaan pelatihan pengurusan jenazah muslim kepada driver ojol akan dilaksanakan setelah Idul Fitri tahun ini. Pelatihan tersebut dilakukan selama lima kali, dengan 2 di antaranya pembekalan teori.
"Setelah Lebaran kita melatih teman-teman ojol berapa orang yang terlibat, harapan kita sebanyak-banyaknya, yang mempunyai mental kuat, tidak semua orang berani memandikan jenazah. Belum lagi memandikan jenazah yang ekstrem seperti karena kecelakaan, luka luar," tutur Danie.
Namun, untuk saat ini, program tersebut hanya untuk menangani jenazah yang meninggal bukan karena Covid-19.
Para pengemudi ojol, kata Danie, akan mengikuti pelatihan memandikan jenazah. "Tujuan akhir dari URCPJ, agar komunitas driver ojol khususnya danmasyarakat pada umumnya, belajar pengurusan jenazah. Sehingga nantinya, jika ada keluarganya yang meninggal, driver ojol bisa mandiri untuk mengurusi jenazah keluarganya, seperti memandikan dan mengkafani jenazah," jelasnya melalui keterangan persnya, Senin (10/5).
Danie menambahkan, pelaksanaan pelatihan pengurusan jenazah muslim kepada driver ojol akan dilaksanakan setelah Idul Fitri tahun ini. Pelatihan tersebut dilakukan selama lima kali, dengan 2 di antaranya pembekalan teori.
"Setelah Lebaran kita melatih teman-teman ojol berapa orang yang terlibat, harapan kita sebanyak-banyaknya, yang mempunyai mental kuat, tidak semua orang berani memandikan jenazah. Belum lagi memandikan jenazah yang ekstrem seperti karena kecelakaan, luka luar," tutur Danie.
Namun, untuk saat ini, program tersebut hanya untuk menangani jenazah yang meninggal bukan karena Covid-19.
Lihat Juga :