Perawatan Berbasis Plasma Memberikan Peluang kesembuhan Virus Corona?
Senin, 20 April 2020 - 11:03 WIB
loading...
Orang yang sembuh dari COVID-19 bisa berkontribusi. Secara teori, antibodi corona dapat diambil dari pasien COVID-19 yang sembuh dan diinfuskan ke seseorang yang terinfeksi virus. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Center New York Blood (NYBC) merupakan organisasi pengumpulan darah pertama di Amerika Serikat yang mengumpulkan plasma dari pasien virus corona untuk digunakan sebagai pengobatan yang menjanjikan atas penyakit Covid-19.
Sebelum pemberian antibiotik diperdebatkan, plasma darah sudah digunakan untuk mengobati penyakit bakteri menular dengan memasukkan darah pasien yang sudah pulih ke dalam tubuh mereka yang mengalami infeksi.
Pendekatan ini juga telah dicoba melawan infeksi virus seperti influenza H1N1, SARS dan MERS, dengan keberhasilan yang tidak konsisten. Beberapa pasien mendapat manfaat, tetapi yang lain tidak dan dokter tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang alasan ini.
Tetapi, selama pandemi yang berkembang, seperti COVID-19, perawatan berbasis plasma dapat memberikan peluang kesembuhan, sementara terapi dan vaksin dikembangkan.
Idenya relatif sederhana, dan berdasarkan pada konsep kekebalan pasif. Orang yang sembuh dari COVID-19 bisa berkontribusi karena sistem kekebalan mereka mengembangkan respons kekebalan yang kuat terhadap SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19. Sebagai bagian penting dari respons, plasma darah akan membuat antibodi, termasuk pembunuh mikroba umum dan sel khusus yang hanya menargetkan protein yang ditemukan pada SARS-CoV-2.
Sebelum pemberian antibiotik diperdebatkan, plasma darah sudah digunakan untuk mengobati penyakit bakteri menular dengan memasukkan darah pasien yang sudah pulih ke dalam tubuh mereka yang mengalami infeksi.
Pendekatan ini juga telah dicoba melawan infeksi virus seperti influenza H1N1, SARS dan MERS, dengan keberhasilan yang tidak konsisten. Beberapa pasien mendapat manfaat, tetapi yang lain tidak dan dokter tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang alasan ini.
Tetapi, selama pandemi yang berkembang, seperti COVID-19, perawatan berbasis plasma dapat memberikan peluang kesembuhan, sementara terapi dan vaksin dikembangkan.
Idenya relatif sederhana, dan berdasarkan pada konsep kekebalan pasif. Orang yang sembuh dari COVID-19 bisa berkontribusi karena sistem kekebalan mereka mengembangkan respons kekebalan yang kuat terhadap SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19. Sebagai bagian penting dari respons, plasma darah akan membuat antibodi, termasuk pembunuh mikroba umum dan sel khusus yang hanya menargetkan protein yang ditemukan pada SARS-CoV-2.
Lihat Juga :