Resmikan Gerai Perdana di Jakarta, Ini Harapan CLM
Sabtu, 05 Juni 2021 - 20:30 WIB
loading...
Gerai ini menyediakan terapi perawatan tulang dan otot menggunakan Chris Leong Methode (CLM), yang dikembangkan dari perawatan tradisional China. / Foto: Thomas Manggalla
A
A
A
JAKARTA - Praktisi spesialis pengaturan tulang, Master Chris Leong, belum lama ini, meresmikan gerai perdana di Indonesia yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Gerai ini menyediakan terapi perawatan tulang dan otot menggunakan Chris Leong Methode (CLM), yang dikembangkan dari perawatan tradisional China.
Baca juga: Kemenkes Targetkan 5 Juta Masyarakat Indonesia Berhenti Merokok
Chris Leong menyebutkan gerainya ini memberikan pelayanan berbagai perawatan tulang dan otot yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan mulai dari orang dewasa, manula, hingga anak anak.
"CLM ini menggabungkan seni penyembuhan dari praktik perawatan tradisional Tiongkok dengan pendekatan medis modern seperti penggunaan sinar X, standar kebersihan ketat dan teori biomekanik. Selain itu, juga disediakan terapi holistik dan alami untuk merawat pasien," ujar Chris Leong saat ditemui, baru-baru ini.
Pria asal Malaysia itu menyatakan bahwa pandemi Covid-19 membuat banyak orang terpaksa bekerja dan melakukan banyak aktivitas dari rumah, sehingga aktivitas fisik berkurang.
"Kebiasaan baru bekerja dari rumah atau WFH akibat pandemi Covid-19 ini membuat banyak orang duduk di depan komputer dalam waktu lama meningkatkan risiko kondisi muskuloskeletal seperti nyeri leher dan punggung bawah. Hal ini semakin menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani secara serius," terangnya.
Menurutnya, setiap terapis perawatan Tiongkok CLM telah menjalani bertahun-tahun pengawasan dan pelatihan ekstensif sebelum memenuhi syarat untuk merawat pasien di CLM. "CLM sampai saat ini sudah tersebar di Malaysia sebanyak 5 gerai," imbuhnya.
Baca juga: Kemenkes Targetkan 5 Juta Masyarakat Indonesia Berhenti Merokok
Chris Leong menyebutkan gerainya ini memberikan pelayanan berbagai perawatan tulang dan otot yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan mulai dari orang dewasa, manula, hingga anak anak.
"CLM ini menggabungkan seni penyembuhan dari praktik perawatan tradisional Tiongkok dengan pendekatan medis modern seperti penggunaan sinar X, standar kebersihan ketat dan teori biomekanik. Selain itu, juga disediakan terapi holistik dan alami untuk merawat pasien," ujar Chris Leong saat ditemui, baru-baru ini.
Pria asal Malaysia itu menyatakan bahwa pandemi Covid-19 membuat banyak orang terpaksa bekerja dan melakukan banyak aktivitas dari rumah, sehingga aktivitas fisik berkurang.
"Kebiasaan baru bekerja dari rumah atau WFH akibat pandemi Covid-19 ini membuat banyak orang duduk di depan komputer dalam waktu lama meningkatkan risiko kondisi muskuloskeletal seperti nyeri leher dan punggung bawah. Hal ini semakin menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani secara serius," terangnya.
Menurutnya, setiap terapis perawatan Tiongkok CLM telah menjalani bertahun-tahun pengawasan dan pelatihan ekstensif sebelum memenuhi syarat untuk merawat pasien di CLM. "CLM sampai saat ini sudah tersebar di Malaysia sebanyak 5 gerai," imbuhnya.
Lihat Juga :