Kondisi Kuku Seperti Ini Tanda Pernah Terinfeksi Covid-19

loading...
Kondisi Kuku Seperti Ini Tanda Pernah Terinfeksi Covid-19
Kondisi Kuku Seperti Ini Tanda Pernah Terinfeksi Covid-19. Foto/Times of India.
JAKARTA - Kondisi kuku bisa menandakan Anda pernah terinfeksi Covid-19 . Pemulihan Covid-19 dapat memakan waktu cukup lama dan ada banyak gejala yang tersisa yang bisa bertahan berminggu-minggu setelah dinyatakan negatif.

Beberapa gejala bisa menjadi efek samping sisa atau hanya cara tubuh mengatasi infeksi virus. Pada kuku bisa menjadi salah satu gejalanya. Ahli epidemiologi Inggris, Tim Spector menemukan kuku Covid-19 sebagai efek samping setelah pulih.

Dilansir dari Times of India, Selasa (8/6) kondisi ini ditandai dengan garis yang jelas pada dasar kuku. Banyak penyintas Covid-19 menceritakan tanda pada kuku mereka yang muncul berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah melawan infeksi.

Baca Juga : Waspada! 3 Perubahan Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Mematikan

Kuku Covid-19 dapat muncul berminggu-minggu atau berbulan-bulan pada dasar kuku atau jari kaki. Namun, penanda paling khas dari efek samping ini bisa jadi adalah 'alur', biasanya berwarna putih yang melintang di atas lempeng kuku.



Garis beau juga bisa muncul dalam bentuk tonjolan, lekukan atau lekukan, dan muncul di lebih dari satu lempeng kuku sekaligus. Lekukan pada dasar kuku disebabkan oleh banyak faktor, termasuk penyakit parah, infeksi virus, dan penyakit penyerta seperti diabetes yang tidak terkontrol dan beberapa penyakit pembuluh darah.

Seperti halnya Covid-19, gejala kuku juga dapat dianggap sebagai cara peradangan terjadi pada kulit. Pasalnya, Covid-19 juga merupakan penyakit yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, kesehatan kuku bisa terkena dampak buruk. Penggunaan obat-obatan tertentu dalam waktu lama juga dapat menyebabkan hal yang sama.

Baca Juga : COVID-19 Makin Parah, Pemerintah Malaysia Kerahkan Drone untuk Cek Suhu Warga

Meskipun efek samping aneh telah dilaporkan oleh banyak penyintas Covid-19, namun peneliti menyebut kondisi ini mungkin tidak memengaruhi setiap pasien.
(dra)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top