Pesta Kesenian Bali Bisa Menjadi Pemantik Pemulihan Pariwisata Pulau Dewata

loading...
Pesta Kesenian Bali Bisa Menjadi Pemantik Pemulihan Pariwisata Pulau Dewata
Pesta Kesenian Bali merupakan festival kesenian tahunan untuk memberikan ruang aktualisasi serta wahana bagi seni-seni klasik maupun tradisional Bali. / Foto: Instagram @ infokesenianbali
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Bali kembali menghadirkan Pesta Kesenian Bali ke-43 (PKB XLIII) tahun 2021. Kegiatan yang berlangsung hybrid ini diselenggarakan sebagai upaya memantik bangkitnya kreativitas pelaku ekonomi kreatif di tengah pandemi.

Baca juga: Hasil Prokes Ketat di Sektor Pariwisata Menerapkan 4K, Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Kelestarian

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, PKB merupakan festival kesenian tahunan untuk memberikan ruang aktualisasi serta wahana bagi seni-seni klasik maupun tradisional Bali. Menurutnya, kegiatan yang sudah berlangsung 43 tahun ini menjadi bagian dari nostalgia dan memori bukan hanya bagi orang Bali, tapi juga secara nasional dan bahkan dunia internasional.

"Pesta Kesenian Bali secara filosofis juga menjadi media dan sarana membangkitkan semangat kita, memotivasi masyarakat untuk menggali, menemukan, dan menampilkan seni budaya serta meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat, membuka peluang usaha, dan lapangan pekerjaan," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis,Senin (14/6).



Sandiaga mengungkapkan, pembukaan PKB XLIII ini dimulai dengan penampilan Tari Baris Manggala Yudha, yakni tarian kepahlawanan bernuansa klasik yang terdiri dari 6 orang penari. Dia menjelaskan, tarian ini melukiskan persiapan sekelompok pasukan perang dari kerajaan Badung (Bandana) sebelum maju ke medan perang (Puputan Badung).

Selain itu, lanjutnya, acara ini dimaknai dengan penayangan video Peed Aya (pawai) 'Pratiti Wana Kerthi' dan Rekasadana (Pergelaran) Sendratari 'Wreksa Kastuba' yang menceritakan kisah Japa Tuan.

Sandiaga menilai Bali sebagai episentrum pariwisata Indonesia tidak hanya menarik wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara dengan keindahan alamnya saja. Akan tetapi juga memiliki keunikan seni dan budaya masyarakat Bali. Oleh karena itu, menurutnya event PKB ini memegang peranan penting dalam menjadi pemantik pemulihan pariwisata Bali.

"Saya berharap acara ini menjadi ladang apresiasi seni, membangun ekosistem kemajuan dalam bingkai seni budaya di Bali, serta memberi semangat dan membangkitkan kembali kreativitas di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo yang hadir secara daring mengatakan penyelenggaraan PKB XLIII merupakan bukti bahwa dalam tekanan pandemi yang sangat berat, kreativitas dan produktivitas karya seni masyarakat Bali tetap tumbuh.

Baca juga: Prabowo Komentari Penampilan Jadul Deddy Corbuzier, Begini Katanya!



"Saya mengapresiasi upaya pemerintah daerah, para seniman, pekerja seni, dan seluruh masyarakat Bali, yang terus mengekspresikan karya seni dan mengembangkan estetika tradisi dari luhur kebudayaan Bali, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ungkap Presiden Jokowi.
(nug)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top