Ada Olahraga yang Dapat Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
Rabu, 16 Juni 2021 - 02:20 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah penelitian di Kanada terhadap peserta atletik berusia 12 hingga 45 tahun menemukan 74 kasus dengan SCA selama pengamatan 18,5 juta orang per tahun, menghasilkan insiden 0,76 kasus per 100 ribu atlet per tahun.
“Total 16 kasus SCA terjadi pada olahraga kompetitif yang 44% selamat, sedangkan 58 kasus terjadi pada olahraga nonkompetitif yang 44% juga selamat," ungkap studi itu.
Selain itu, penelitian menemukan bukti bahwa olahraga intensitas tinggi juga dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung, terutama bagi minoritas yang memiliki kardiomiopati hipertrofik atau penyakit jantung koroner.
Baca Juga : Markis Kido Meninggal karena Serangan Jantung, Ini Gejalanya
Adapun olahraga sedang termasuk aktivitas seperti berjalan, jogging atau berenang. Sementara itu, aktivitas moderat ditandai dengan Anda bebas untuk melakukan percakapan saat aktif.
Namun, jika Anda memiliki gejala, riwayat kondisi jantung atau faktor risiko penyakit jantung, tanyakan kepada dokter sebelum memulai atau mengubah rejimen olahraga.
“Total 16 kasus SCA terjadi pada olahraga kompetitif yang 44% selamat, sedangkan 58 kasus terjadi pada olahraga nonkompetitif yang 44% juga selamat," ungkap studi itu.
Selain itu, penelitian menemukan bukti bahwa olahraga intensitas tinggi juga dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung, terutama bagi minoritas yang memiliki kardiomiopati hipertrofik atau penyakit jantung koroner.
Baca Juga : Markis Kido Meninggal karena Serangan Jantung, Ini Gejalanya
Adapun olahraga sedang termasuk aktivitas seperti berjalan, jogging atau berenang. Sementara itu, aktivitas moderat ditandai dengan Anda bebas untuk melakukan percakapan saat aktif.
Namun, jika Anda memiliki gejala, riwayat kondisi jantung atau faktor risiko penyakit jantung, tanyakan kepada dokter sebelum memulai atau mengubah rejimen olahraga.
(dra)
Lihat Juga :