Ada Olahraga yang Dapat Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
Rabu, 16 Juni 2021 - 02:20 WIB
loading...
Ada Olahraga yang Dapat Tingkatkan Risiko Serangan Jantung. Foto/Express.
A
A
A
JAKARTA - Olahraga teratur dianjurkan untuk meningkatkan kesehatan jantung dan pengurangan risiko serangan jantung. Namun, ada jenis olahraga yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung .
Dilansir dari Express, Rabu (16/6) ada bukti yang berkembang bahwa volume ekstrim dan intensitas aktivitas jangka panjang dapat meningkatkan risiko kejadian jantung akut.
Studi telah menemukan faktor risiko potensial untuk kejadian kardiovaskular di masa depan, mengingat hubungan yang diketahui antara aktivitas yang berlebihan dan peningkatan risiko kardiovaskular.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, olahraga ekstrem pada implikasi kesehatan kardiovaskular dianalisis lebih lanjut.
Baca Juga : Jarang Diketahui, Ini Gejala Diabetes Tipe 2 pada Kaki
"Olahraga intensitas tinggi dapat secara akut, meskipun sementara, meningkatkan risiko serangan jantung mendadak (SCA) atau kematian jantung mendadak (SCD) pada individu dengan penyakit jantung yang mendasarinya," kata studi tersebut.
Dilansir dari Express, Rabu (16/6) ada bukti yang berkembang bahwa volume ekstrim dan intensitas aktivitas jangka panjang dapat meningkatkan risiko kejadian jantung akut.
Studi telah menemukan faktor risiko potensial untuk kejadian kardiovaskular di masa depan, mengingat hubungan yang diketahui antara aktivitas yang berlebihan dan peningkatan risiko kardiovaskular.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, olahraga ekstrem pada implikasi kesehatan kardiovaskular dianalisis lebih lanjut.
Baca Juga : Jarang Diketahui, Ini Gejala Diabetes Tipe 2 pada Kaki
"Olahraga intensitas tinggi dapat secara akut, meskipun sementara, meningkatkan risiko serangan jantung mendadak (SCA) atau kematian jantung mendadak (SCD) pada individu dengan penyakit jantung yang mendasarinya," kata studi tersebut.
Lihat Juga :