Pandemi Covid-19 Bikin Para Orang Tua Frustasi, Jangan Tumpahkan Emosi Pada Buah Hati!
Sabtu, 03 Juli 2021 - 10:32 WIB
loading...
A
A
A
Karenanya, Head of Klinik Psikologi RS Melinda 2 Bandung Ifa Hanifah Misbach mengajak para orangtua untuk pandai mengelola emosi . Menurut data yang dikumpulkannya, ada 8 poin yang sering dikeluhkan para ibu, dan yang terbanyak adalah bahwa anak lebih suka main daripada mengerjakan tugas.
"Ini sudah masuk fase penerimaan bahwa dunia pendidikan kita sudah tidak sama lagi. Ini sudah bukan fase denial (terutama bagi mereka yang enggak percaya Covid-19). Karenanya stresnya bisa dikelola," ujar Ifa dalam acara Media Talk dengan tema Anak Sehat dan Bahagia Meski #DiRumahAja, Jumat (2/7/2021).
Adapun penyebab orangtua menjadi lebih emosian ketika membimbing anak saat belajar daring adalah karena orangtua menaruh harapan agar anaknya langsung mau belajar ketika disuruh, langsung paham ketika dijelaskan, bisa mengerjakan soal, serta tidak banyak menawar atau menunda tugas.
Padahal, realitanya tidak seperti itu. Anak lebih suka menunda untuk mengerjakan tugas, harus dinasehati terlebih dahulu baru mau menyelesaikan tugas, mudah bosan, serta hasil pekerjaan rumahnya yang ternyata tidak sesuai ekspetasi.
"Jika sudah demikian, maka orangtua pun akan memberikan reaksi emosi negatif seperti marah, jengkel, ngomel, memaki, berteriak, menyalahkan, atau bahkan mendiamkan anak," tuturnya.
"Ini sudah masuk fase penerimaan bahwa dunia pendidikan kita sudah tidak sama lagi. Ini sudah bukan fase denial (terutama bagi mereka yang enggak percaya Covid-19). Karenanya stresnya bisa dikelola," ujar Ifa dalam acara Media Talk dengan tema Anak Sehat dan Bahagia Meski #DiRumahAja, Jumat (2/7/2021).
Adapun penyebab orangtua menjadi lebih emosian ketika membimbing anak saat belajar daring adalah karena orangtua menaruh harapan agar anaknya langsung mau belajar ketika disuruh, langsung paham ketika dijelaskan, bisa mengerjakan soal, serta tidak banyak menawar atau menunda tugas.
Padahal, realitanya tidak seperti itu. Anak lebih suka menunda untuk mengerjakan tugas, harus dinasehati terlebih dahulu baru mau menyelesaikan tugas, mudah bosan, serta hasil pekerjaan rumahnya yang ternyata tidak sesuai ekspetasi.
"Jika sudah demikian, maka orangtua pun akan memberikan reaksi emosi negatif seperti marah, jengkel, ngomel, memaki, berteriak, menyalahkan, atau bahkan mendiamkan anak," tuturnya.
Lihat Juga :