Tekan Kematian Balita akibat Covid-19, Asupan Gizi Anak Harus Lebih Diperhatikan
Kamis, 08 Juli 2021 - 16:42 WIB
loading...
Tingginya kasus Covid-19 pada anak menunjukkan asupan gizi anak perlu lebih diperhatikan. / Foto: ilustrasi/SINDOnews/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat sekitar 30-50% balita meninggal dari total kematian anak akibat Covid-19 .
Baca juga: Protokol yang Wajib Diperhatikan saat Anak Isoman di Rumah
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, juga mengakui Indonesia merupakan kasus dengan Covid-19 pada anak yang tertinggi di dunia.
Hal tersebut terlihat dari jumlah kematian anak balita selama pandemi yang meningkat hampir 50 persen. Setidaknya ada 1.000 kematian anak di Indonesia setiap minggunya.
Tingginya kasus Covid-19 pada anak menunjukkan asupan gizi anak perlu lebih diperhatikan. Sebab, kecukupan gizi pada anak akan meningkatkan imunitas tubuh anak dalam menangkal virus dan bakteri. Selain itu, anak-anak dengan kondisi gizi kurang atau bahkan stunting cenderung lebih rentan terhadap ancaman Covid-19.
Sebelumnya, Anggota DPR RI Komisi IV fraksi PKB, Luluk Nur Hamidah juga mengingatkan agar pemerintah memberi perhatian lebih terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berisiko kekurangan asupan gizi.
Dalam hal bantuan sosial untuk keluarga dengan anak stunting, disampaikan Luluk harus berbeda dengan bantuan sosial untuk masyarakat lainnya. "Yang namanya paket bantuan untuk keluarga yang punya stunting itu enggak boleh sama dengan keluarga miskin yang lainnya karena berbeda kebutuhannya," kata Luluk.
Baca juga: Protokol yang Wajib Diperhatikan saat Anak Isoman di Rumah
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, juga mengakui Indonesia merupakan kasus dengan Covid-19 pada anak yang tertinggi di dunia.
Hal tersebut terlihat dari jumlah kematian anak balita selama pandemi yang meningkat hampir 50 persen. Setidaknya ada 1.000 kematian anak di Indonesia setiap minggunya.
Tingginya kasus Covid-19 pada anak menunjukkan asupan gizi anak perlu lebih diperhatikan. Sebab, kecukupan gizi pada anak akan meningkatkan imunitas tubuh anak dalam menangkal virus dan bakteri. Selain itu, anak-anak dengan kondisi gizi kurang atau bahkan stunting cenderung lebih rentan terhadap ancaman Covid-19.
Sebelumnya, Anggota DPR RI Komisi IV fraksi PKB, Luluk Nur Hamidah juga mengingatkan agar pemerintah memberi perhatian lebih terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berisiko kekurangan asupan gizi.
Dalam hal bantuan sosial untuk keluarga dengan anak stunting, disampaikan Luluk harus berbeda dengan bantuan sosial untuk masyarakat lainnya. "Yang namanya paket bantuan untuk keluarga yang punya stunting itu enggak boleh sama dengan keluarga miskin yang lainnya karena berbeda kebutuhannya," kata Luluk.
Lihat Juga :