Puasa Syawal Baik untuk Kesehatan Pencernaan
Rabu, 27 Mei 2020 - 21:30 WIB
loading...
Pernah menjalani puasa Syawal, setelah berpuasa Ramadhan dan merayakan Lebaran? Tak hanya mendapat pahala, tapi dari sisi medis, baik untuk kesehatan. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Banyak orang yang tertarik menjalani puasa Syawal, setelah menjalani puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi dari sisi medis, menjalankan puasa Syawal baik untuk kesehatan.
Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero hepatologi menjelaskan, puasa Syawal bagus untuk sistem pencernaan, teruma untuk menyesuaikan keadaan setelah menjalankan puasa Ramadhan selama 30 hari dan Lebaran.
"Sebenarnya Islam sendiri sudah memberikan solusi, yaitu puasa Syawal. Sebenarnya adalah solusi ketika kita full puasa 30 hari. Kalau tiba-tiba kita langsung makan aja, ini kan kita dikasih break Lebaran. Kemudian kita memulainya lagi dengan puasa Syawal itu, sebenarnya salah satu solusinya," jelas Prof Ari saat live Instagram beberapa waktu lalu.
"Biar sistem pencernaan kita juga menyesuaikan dengan keadaan. Tapi yang terpenting, kita adalah sudah bisa menjaga asupan makanan (selama puasa Ramadhan) dan seharusnya bisa dipertahankan lagi. Artinya jumlah makanan harus dikurangi. Nasinya, lauknya," tambahnya.
Adapun puasa Syawal dikatakan Prof Ari adalah melanjutkan jadwal makan yang teratur selama puasa Ramadhan. Hal ini tentunya akan berdampak baik bagi kesehatan pencernaan. Adapun hal baik yang terjadi saat menjalankan puasa Ramadhan. Mulai dari kadar kolesterol jahat turun dan kadar kolesterol baik meningkat.
Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero hepatologi menjelaskan, puasa Syawal bagus untuk sistem pencernaan, teruma untuk menyesuaikan keadaan setelah menjalankan puasa Ramadhan selama 30 hari dan Lebaran.
"Sebenarnya Islam sendiri sudah memberikan solusi, yaitu puasa Syawal. Sebenarnya adalah solusi ketika kita full puasa 30 hari. Kalau tiba-tiba kita langsung makan aja, ini kan kita dikasih break Lebaran. Kemudian kita memulainya lagi dengan puasa Syawal itu, sebenarnya salah satu solusinya," jelas Prof Ari saat live Instagram beberapa waktu lalu.
"Biar sistem pencernaan kita juga menyesuaikan dengan keadaan. Tapi yang terpenting, kita adalah sudah bisa menjaga asupan makanan (selama puasa Ramadhan) dan seharusnya bisa dipertahankan lagi. Artinya jumlah makanan harus dikurangi. Nasinya, lauknya," tambahnya.
Adapun puasa Syawal dikatakan Prof Ari adalah melanjutkan jadwal makan yang teratur selama puasa Ramadhan. Hal ini tentunya akan berdampak baik bagi kesehatan pencernaan. Adapun hal baik yang terjadi saat menjalankan puasa Ramadhan. Mulai dari kadar kolesterol jahat turun dan kadar kolesterol baik meningkat.
Lihat Juga :