Kombinasi Ikan Gabus-Temulawak-Daun Kelor Bantu Lawan Badai Sitokin dan Turunkan D-Dimer Pasien COVID-19
Selasa, 20 Juli 2021 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
Penelitian ilmiah telah mengonfirmasi bahwa aktivasi kekebalan yang berlebihan dan badai sitokin adalah penyebab cedera paru pada pasien COVID-19. Dua kondisi tersebut, terang Prof. Syamsudin, biasanya terjadi karena ketidakseimbangan dalam homeostasis radikal bebas dan komplikasi yang dikaitkan dengan penipisan glutathione (zat yang bersifat antioksidan) pada pasien COVID-19.
"Oleh karena itu, meningkatkan kadar glutathione pada pasien COVID-19 sangat penting. Suplemen alami mampu meningkatkan kadar glutathione secara aman dan efektif. Saat ini belum ada pengobatan untuk COVID-19. Terapi yang digunakan termasuk antivirus dan antibiotik, hanya meredakan gejalanya," papar Prof. Syamsudin.
Suplemen yang dimaksud oleh Prof. Syamsudin adalah Onoiwa MX, yang merupakan kombinasi likuid channa striata 5100 mg, curcuma xanthorriza 240 mg, dan moringa oleifera 240 mg. Suplemen ini terbukti sangat bermanfaat dalam pengobatan SARS-Cov2, di mana hasil penelitiannya telah diterbitkan dalam jurnal sains European Journal of Molecular and Clinical Medicine tahun 2021.
Baca Juga: Cara Mengobati Covid-19 di Rumah, Cuma dengan 4 Hal Ini
Soal kandungan dalam ikan gabus yang menjadi salah satu bahan Onoiwa MX juga pernah diungkap melalui penelitian di Universitas Diponegoro oleh Ahli Biologi Molekuler Prof. Sunarno. Menurut penelitian itu, ikan gabus (channa striata) mengandung bahan aktif dengan potensi antipenuaan yang berfungsi sebagai prekursor glutathione. Hasil penelitian Prof. Sunarno menunjukkan bahwa setiap 100 gr daging ikan gabus mengandung glutamin (32,39%), sistein (6,61%), dan glisin (9,69%).
Sementara, soal khasiat curcuma xanthorrhiza (temulawak) juga pernah diteliti antara lain di Universitas Padjadjaran. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa kandidat obat yang digunakan sebagai antivirus atau imunomodulator COVID-19 sudah banyak. Namun, semuanya belum efektif mengobati penyakit tersebut.
"Oleh karena itu, meningkatkan kadar glutathione pada pasien COVID-19 sangat penting. Suplemen alami mampu meningkatkan kadar glutathione secara aman dan efektif. Saat ini belum ada pengobatan untuk COVID-19. Terapi yang digunakan termasuk antivirus dan antibiotik, hanya meredakan gejalanya," papar Prof. Syamsudin.
Suplemen yang dimaksud oleh Prof. Syamsudin adalah Onoiwa MX, yang merupakan kombinasi likuid channa striata 5100 mg, curcuma xanthorriza 240 mg, dan moringa oleifera 240 mg. Suplemen ini terbukti sangat bermanfaat dalam pengobatan SARS-Cov2, di mana hasil penelitiannya telah diterbitkan dalam jurnal sains European Journal of Molecular and Clinical Medicine tahun 2021.
Baca Juga: Cara Mengobati Covid-19 di Rumah, Cuma dengan 4 Hal Ini
Soal kandungan dalam ikan gabus yang menjadi salah satu bahan Onoiwa MX juga pernah diungkap melalui penelitian di Universitas Diponegoro oleh Ahli Biologi Molekuler Prof. Sunarno. Menurut penelitian itu, ikan gabus (channa striata) mengandung bahan aktif dengan potensi antipenuaan yang berfungsi sebagai prekursor glutathione. Hasil penelitian Prof. Sunarno menunjukkan bahwa setiap 100 gr daging ikan gabus mengandung glutamin (32,39%), sistein (6,61%), dan glisin (9,69%).
Sementara, soal khasiat curcuma xanthorrhiza (temulawak) juga pernah diteliti antara lain di Universitas Padjadjaran. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa kandidat obat yang digunakan sebagai antivirus atau imunomodulator COVID-19 sudah banyak. Namun, semuanya belum efektif mengobati penyakit tersebut.
Lihat Juga :