Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Raih Trofi Tertinggi dalam Locarno Film Festival 2021
Minggu, 15 Agustus 2021 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
"Romansa yang berkembang dalam film ini menyenangkan untuk ditonton, terutama karena Iteung juga seorang petarung, dan sangat bagus dalam hal itu," ulas Variety, memberi pujian atas kesuksesan Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas menorehkan prestasi di Locarno Film Festival.
"Sebuah penghormatan untuk film laga Asia Tenggara tahun 1980-an yang dirancang sebagai kritik terhadap toxic masculinity," tulis Cineuropa, portal berita Eropa yang didedikasikan untuk sinema dan audiovisual.
Film yang diadaptasi dari novel karya Eka Kurniawan itu dibintangi oleh Marthino Lio (berperan sebagai Ajo Kawir), Ladya Cheryl (Iteung), Reza Rahadian (Budi Baik), Ratu Felisha (Jelita), dan Sal Priadi (Tokek). Bercerita tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia, ia impoten. Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur hingga jungkir balik, lantas jatuh cinta.
Locarno Film Festival merupakan ajang film tahunan yang digelar setiap Agustus di Locarno, Swiss. Tahun ini adalah edisi ke-74 sejak didirikan pertama pada 1946, menjadikannya salah satu festival film tertua di dunia.
Terakhir kali pada 2019 film sutradara veteran Pedro Costa, Vitalina Varela, memenangkan Golden Leopard palam gelaran bergengsi ini. Ribuan fans film dan profesional industri bertemu di sini di setiap musim panas untuk berbagi kehausan mereka terhadap sinema dalam keberagamannya.
Baca Juga: Brie Larson: Film The Marvels akan Banyak Diisi Adegan ‘Segar’
Tahun ini, film terbaru John David Washington dan Alicia Vikander yang berjudul Beckett menjadi pembuka Locarno Film Festival 2021. Di tahun-tahun sebelumnya, film Quentin Tarantino, Kiyoshi Kurosawa, Spike Lee, Ken Loach sampai Paul Greengrass juga pernah tayang di festival yang disebut sebagai salah satu festival Eropa terpenting di musim panas.
"Sebuah penghormatan untuk film laga Asia Tenggara tahun 1980-an yang dirancang sebagai kritik terhadap toxic masculinity," tulis Cineuropa, portal berita Eropa yang didedikasikan untuk sinema dan audiovisual.
Film yang diadaptasi dari novel karya Eka Kurniawan itu dibintangi oleh Marthino Lio (berperan sebagai Ajo Kawir), Ladya Cheryl (Iteung), Reza Rahadian (Budi Baik), Ratu Felisha (Jelita), dan Sal Priadi (Tokek). Bercerita tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia, ia impoten. Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur hingga jungkir balik, lantas jatuh cinta.
Locarno Film Festival merupakan ajang film tahunan yang digelar setiap Agustus di Locarno, Swiss. Tahun ini adalah edisi ke-74 sejak didirikan pertama pada 1946, menjadikannya salah satu festival film tertua di dunia.
Terakhir kali pada 2019 film sutradara veteran Pedro Costa, Vitalina Varela, memenangkan Golden Leopard palam gelaran bergengsi ini. Ribuan fans film dan profesional industri bertemu di sini di setiap musim panas untuk berbagi kehausan mereka terhadap sinema dalam keberagamannya.
Baca Juga: Brie Larson: Film The Marvels akan Banyak Diisi Adegan ‘Segar’
Tahun ini, film terbaru John David Washington dan Alicia Vikander yang berjudul Beckett menjadi pembuka Locarno Film Festival 2021. Di tahun-tahun sebelumnya, film Quentin Tarantino, Kiyoshi Kurosawa, Spike Lee, Ken Loach sampai Paul Greengrass juga pernah tayang di festival yang disebut sebagai salah satu festival Eropa terpenting di musim panas.
Lihat Juga :