Cegah Stunting Bisa Dilakukan dengan Mudah, Begini Caranya
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
"Makanan pokok yang dimaksud bukan hanya nasi, melainkan juga bisa divariasikan dengan kentang, singkong, jagung, sagu, ubi, dan lain-lain. Sedangkan lauk-pauk bisa berupa protein hewani daging sapi atau ayam atau unggas, ikan, telur, serta protein nabati tahu, tempe, dan produk olahannya. Sementara sayur dan buah untuk si kecil bisa berupa sawi, bayam, pepaya, jeruk, dan sebagainya," papar dr Nurul.
"Menu makanan yang disiapkan harus bervariasi. Dalam satu menu harus ada makanan pokok, lauk pauk berupa protein hewani dan nabati, dan juga ada sayur. Buah juga ditambahkan sebagai makanan selingan pada jadwal pemberian MPASI (makanan pendamping ASI)," tambahnya.
Baca juga: Apa Itu Fetish? Seperti Apa Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Fetish?
Kasus stunting sendiri di Indonesia menurut data Riskesdas (2018), diketahui sebanyak 30,8 persen. Stunting ini sendiri ditandai dengan kondisi anak yang panjang badan atau tinggi badan terhadap usianya lebih dari 2 dari standar deviasi di bawah median kurva pertumbuhan anak berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
"Menu makanan yang disiapkan harus bervariasi. Dalam satu menu harus ada makanan pokok, lauk pauk berupa protein hewani dan nabati, dan juga ada sayur. Buah juga ditambahkan sebagai makanan selingan pada jadwal pemberian MPASI (makanan pendamping ASI)," tambahnya.
Baca juga: Apa Itu Fetish? Seperti Apa Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Fetish?
Kasus stunting sendiri di Indonesia menurut data Riskesdas (2018), diketahui sebanyak 30,8 persen. Stunting ini sendiri ditandai dengan kondisi anak yang panjang badan atau tinggi badan terhadap usianya lebih dari 2 dari standar deviasi di bawah median kurva pertumbuhan anak berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
(nug)
Lihat Juga :