Aspirin Berpotensi Jadi Obat Kanker Payudara, Peneliti Lakukan Uji Coba

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 19:50 WIB
loading...
Aspirin Berpotensi Jadi...
Aspiri Berpotensi Jadi Obat Kanker Payudara, Peneliti Lakukan Uji Coba. Foto/Daily Mail.
A A A
JAKARTA - Obat aspirin berpotensi menjadi obat penyakit kanker payudara . Saat ini parapenelititengah melakukan uji coba obat generik penghilang rasa sakit tersebut.

Dilansir dari Daily Mail, Sabtu (21/8) saat ini diketahui para ilmuwan sudah memulai uji coba klinis untuk melihat apakah aspirin bisa digunakan sebagai salah satu pengobatan untuk meningkatkan peluang hidup para wanita yang terkena penyakit agresif seperti kanker payudara triple negative.

Kanker payudara triple negative adalah bentuk penyakit yang tidak memiliki reseptor untuk hormon estrogen atau progesteron, atau protein HER2. Membuat jenis penyakit yang cenderung menyerang perempuan berusia di bawah 40 tahun dan perempuan berkulit hitam ini, jadi lebih sulit untuk diobati karena tumor tidak merespons terapi hormonal atau protein HER2 tersebut.

Tak hanya itu, kanker payudara triple negative membentuk sekitar 10 hingga 20% dari semua bentuk penyakit dan cenderung lebih agresif daripada tumor payudara lainnya, pada pasien memiliki prognosis yang lebih buruk.

Uji coba klinis ini diketahui sebagai uji coba yang pertama untuk menguji apakah obat dapat membuat tumor sensitif terhadap imunoterapi. Hasil yang sukses nantinya, bisa mengarah pada uji klinis lebih lanjut dari obat aspirin dan avelumab. Para peneliti berharap obat penghilang rasa sakit yang murah dan tersedia secara luas akan menyelamatkan nyawa bila dikombinasikan dengan pengobatan standar.

Dalam peninjauan sebelumnya terhadap 118 penelitian yang mencakup 18 jenis kanker berbeda, didapati bahwa pasien yang mengonsumsi aspirin karena alasan kesehatan lainnya memiliki kemungkinan 20% lebih besar untuk bertahan hidup.

Baca Juga : Tekanan Darah Normal dan Cara Mengukurnya, Wajib Tahu!

Selain itu, eksperimen laboratorium juga menemukan bahwa dengan memasangkan imunoterapi dengan aspirin membantu mengendalikan pertumbuhan tumor pada tikus jadi lebih berhasil daripada hanya menggunakan imunoterapi.

Dokter Anne Armstrong, dari Christie NHS Foundation Trust akan menguji coba obat imunoterapi avelumab dengan dan tanpa aspirin sebelum pasien menjalani operasi dan kemoterapi.

Jika hasilnya positif, dari sini dapat mengarah pada uji coba lebih lanjut pada wanita dengan kanker payudara triple negative sekunder yang tidak dapat disembuhkan, yang berarti sel kanker yang dimulai di payudara telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Dokter Anne menyebutkan dengan merujuk pada penelitian sebelumnya, memperlihatkan bahwa aspirin bisa membuat beberapa jenis imunoterapi lebih efektif dengan mencegah kanker membuat zat yang melemahkan respon imun.

“Obat anti-inflamasi seperti aspirin dapat memegang kunci untuk meningkatkan efektivitas imunoterapi bila digunakan pada waktu yang sama. Menguji coba penggunaan obat seperti aspirin sangat menarik karena tersedia secara luas dan murah untuk diproduksi,” jelas Dr. Anne.

Ia berharap uji coba ini bisa menunjukkan hasil yang baik dan bermanfaat bagi penanganan pasien pengidap kanker payudara triple negative.

Baca Juga : Waspada! Yogurt untuk Anak Memiliki Kandungan Gula Tinggi

“Kami berharap percobaan kami akan menunjukkan bahwa, ketika dikombinasikan dengan imunoterapi, aspirin bisa meningkatkan efeknya. Sehingga pada akhirnya dapat memberikan cara baru yang aman untuk mengobati kanker payudara,” kata Dr. Anne.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenkes Dante: Kanker...
Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Kanker Usus Besar Mulai...
Kanker Usus Besar Mulai Serang Kalangan Anak Muda, Jangan Sepelekan Gejala Ini
Perawatan Kanker Kini...
Perawatan Kanker Kini Mengarah pada Pendekatan Individual
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Netanyahu Akui Terkena...
Netanyahu Akui Terkena Kanker Prostat setelah Tumor Ganasnya Diangkat
Mahasiswa UNEJ Buktikan...
Mahasiswa UNEJ Buktikan Reaktor Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Terapi Kanker
Rekomendasi
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
Infografis
Tanggapi Tindakan Eskalasi...
Tanggapi Tindakan Eskalasi AS, Rusia akan Uji Coba Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved