Raih Beasiswa, Para Perempuan Muda Ini Bersiap Wujudkan Mimpi
Jum'at, 03 September 2021 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Andina, Lestari, dan Laras sebelumnya juga pernah mencetak berbagai prestasi. Andina, misalnya. Di sekolahnya dulu, yaitu MAN 2 Gresik, ia adalah lulusan terbaik untuk bidang akademik di angkatan 2021. Pada tingkat yang lebih tinggi, mantan Ketua OSIS ini juga pernah menyabet posisi juara 1 kompetisi Speech tingkat nasional dan meraih medali perak dalam Olimpiade Kimia di level yang sama. Prestasi terakhir itulah yang akhirnya mengantarkan Andina masuk ke Universitas Airlangga di Surabaya.
"Dari kompetisi itulah saya mendapatkan golden ticket ke Universitas Airlangga program studi Kimia," katanya.
Sementara Lestari merupakan alumni Pondok Pesantren Madania, Yogyakarta. Saat menjadi santri, gadis asal Purworejo, Jawa Tengah, itu kerap mengikuti berbagai lomba seperti essay, puisi, cerpen, kisah inspirasi, dan pidato bahasa Inggris.
Lestari sosok perempuan muda yang pantang menyerah dan memiliki tekad kuat. Terbukti dari besarnya upaya dia dalam mengejar kesempatan demi dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, meski di tengah ketatnya aturan penggunaan gadget di pesantren dulu sehingga sedikit menghambat upayanya mendapatkan informasi dengan cepat.
Baca Juga: AMMAN dan Algoritma Inisiasi Beasiswa Kelas Data Science untuk Dukung Kemajuan NTB
Pengalaman yang nyaris sama dirasakan Laras, remaja asal Malang. Bagi Laras, melanjutkan pendidikan tinggi merupakan tantangan yang cukup besar mengingat latar belakang keluarganya yang sederhana dengan sumber pendapatan dari berjualan mi ayam. Meski demikian, Laras tak putus harapan. Minat belajarnya tinggi hingga mampu meraih sejumlah prestasi di bidang akademik.
Kemampuan belajar Laras yang cemerlang dibuktikan dengan keberhasilannya menempuh pendidikan SMA hanya dalam tempo dua tahun. Selain itu, ia juga pernah memenangkan berbagai lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya sebagai Best Innovation dalam International Young Inventors Award (IYIA) 2019.
"Dari kompetisi itulah saya mendapatkan golden ticket ke Universitas Airlangga program studi Kimia," katanya.
Sementara Lestari merupakan alumni Pondok Pesantren Madania, Yogyakarta. Saat menjadi santri, gadis asal Purworejo, Jawa Tengah, itu kerap mengikuti berbagai lomba seperti essay, puisi, cerpen, kisah inspirasi, dan pidato bahasa Inggris.
Lestari sosok perempuan muda yang pantang menyerah dan memiliki tekad kuat. Terbukti dari besarnya upaya dia dalam mengejar kesempatan demi dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, meski di tengah ketatnya aturan penggunaan gadget di pesantren dulu sehingga sedikit menghambat upayanya mendapatkan informasi dengan cepat.
Baca Juga: AMMAN dan Algoritma Inisiasi Beasiswa Kelas Data Science untuk Dukung Kemajuan NTB
Pengalaman yang nyaris sama dirasakan Laras, remaja asal Malang. Bagi Laras, melanjutkan pendidikan tinggi merupakan tantangan yang cukup besar mengingat latar belakang keluarganya yang sederhana dengan sumber pendapatan dari berjualan mi ayam. Meski demikian, Laras tak putus harapan. Minat belajarnya tinggi hingga mampu meraih sejumlah prestasi di bidang akademik.
Kemampuan belajar Laras yang cemerlang dibuktikan dengan keberhasilannya menempuh pendidikan SMA hanya dalam tempo dua tahun. Selain itu, ia juga pernah memenangkan berbagai lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya sebagai Best Innovation dalam International Young Inventors Award (IYIA) 2019.
(tsa)
Lihat Juga :