Kisah Kelam di Masa Lalu Dorong Duo Ini Hadirkan City of the Dead
Selasa, 21 April 2020 - 16:06 WIB
loading...
Grup duo Chika dan Agus telah meluncurkan single City of the Dead yang bercerita tentang sejarah kelam di masa lampau. / Foto: dok. pribadi Chika dan Agus
A
A
A
JAKARTA - Menyambut 2020, grup duo Chika dan Agus memiliki sejumlah rencana, dan salah satu yang sudah disiapkan adalah single baru untuk album mereka yang akan datang. Selain single Sijjin, Chika dan Agus juga meluncurkan single lainnya yang bertajuk City of the Dead.
Lagu City of the Deaddibuka dengan petikan lirik yang berbunyi, "Memasuki abad ke-20, banyak tragedi kehidupan terjadi, ribuan tempat terasingkan dari keturunan yang terakhir, akulah yang tersesat di kota mati."
Lewat single ini,Chika dan Agus ingin menyampaikan pesan bahwa selama perjalanan kehidupan umat manusia, terdapat catatan-catatan sejarah tentang pandemi global. Baik itu mulai dari zaman kaum 'Ad, zaman Nabi Musa AS, Romawi, hingga serangan wabah mematikan Black Death pada abad ke-13, virus Marseille (1720), kolera (1820), maupun virus flu Spanyol (1920).
"Dari deretan sejarah kelam itu terdapat sekitar 500 juta orang terinfeksi, kami gabungkan dengan intisari legenda yang ditulis Bram Stoker, disambung kisah Sultan Mehmed II hingga legenda Vlad, maka jadilah lagu City of the Dead. Ya, seluruh tragedi itu menginspirasi kami membuat lagu City of the Dead," jelas Agus Sukirno di Jakarta, Selasa (21/4).
Kendati demikian, Agus sebelumnya tidak pernah berharap tragedi-tragedi memilukan di zaman dahulu bakal kembali terjadi di era sekarang ini. Namun, harapan itu seakan sirna, setelah pandemi virus corona atau Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia di tahun ini.
Lagu City of the Deaddibuka dengan petikan lirik yang berbunyi, "Memasuki abad ke-20, banyak tragedi kehidupan terjadi, ribuan tempat terasingkan dari keturunan yang terakhir, akulah yang tersesat di kota mati."
Lewat single ini,Chika dan Agus ingin menyampaikan pesan bahwa selama perjalanan kehidupan umat manusia, terdapat catatan-catatan sejarah tentang pandemi global. Baik itu mulai dari zaman kaum 'Ad, zaman Nabi Musa AS, Romawi, hingga serangan wabah mematikan Black Death pada abad ke-13, virus Marseille (1720), kolera (1820), maupun virus flu Spanyol (1920).
"Dari deretan sejarah kelam itu terdapat sekitar 500 juta orang terinfeksi, kami gabungkan dengan intisari legenda yang ditulis Bram Stoker, disambung kisah Sultan Mehmed II hingga legenda Vlad, maka jadilah lagu City of the Dead. Ya, seluruh tragedi itu menginspirasi kami membuat lagu City of the Dead," jelas Agus Sukirno di Jakarta, Selasa (21/4).
Kendati demikian, Agus sebelumnya tidak pernah berharap tragedi-tragedi memilukan di zaman dahulu bakal kembali terjadi di era sekarang ini. Namun, harapan itu seakan sirna, setelah pandemi virus corona atau Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia di tahun ini.
Lihat Juga :