alexametrics

5 Jenis dan Gejala Gangguan Kecemasan yang Perlu Anda Tahu

loading...
5 Jenis dan Gejala Gangguan Kecemasan yang Perlu Anda Tahu
Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang gangguan kecemasan. Foto Ilustrasi/HelpGuide.org
A+ A-
JAKARTA - Beberapa waktu lalu, selebgram Rachel Vennya mengaku bahwa ia dan sang suami mengidap gangguan kecemasan dengan jenis yang berbeda. Melalui akun Instagramnya, Rachel mengatakan, ia dan suami masing-masing didiagnosis mengidap Bipolar Disorder dan Generelized Anxiety Disorder.

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang gangguan kecemasan ini. Dilansir dari laman Insider, kebanyakan orang memang akan mengalami perasaan cemas atau khawatir beberapa kali dalam hidup mereka. Gangguan kecemasan didiagnosis ketika ada jumlah kecemasan yang tidak proporsional. Artinya gangguan tersebut telah mengganggu kegiatan sehari-hari dalam periode waktu yang lama.

Berikut lima jenis gangguan kecemasan, gejala umum, serta cara mengatasinya menurut National Institute of Mental Health. (Baca Juga: Ini Beberapa Cara yang Bisa Membantu Merawat Kesehatan Mental)



1. Fobia Sederhana atau Spesifik
Jika Anda sangat takut pada ketinggian, darah, jarum, laba-laba, atau objek lain, berarti Anda memiliki fobia tertentu. Fobia spesifik hanya menjadi gangguan ketika rasa takut membuat Anda lebih sulit untuk bekerja, beradaptasi dengan rutinitas normal, bahkan sampai merusak harga diri ataupun hubungan.

2. Gangguan Panik
Gangguan ini ditandai dengan rasa takut dan serangan panik berulang. Serangan panik biasanya melibatkan detak jantung yang semakin cepat, gemetar, dan sesak napas. Serangan panik bisa menjadi gangguan panik jika seseorang mengalami serangan panik tambahan.

3. Agoraphobia
Gangguan kecemasan ini melibatkan rasa takut seseorang ketika berada di luar rumah sendirian dan berusaha menghindari serangan panik. Gangguan ini termasuk saat seseorang berada di ruang terbuka seperti taman, ataupun berada di ruang tertutup semisal supermarket, saat menggunakan transportasi umum, atau saat berada di tengah orang banyak. Orang-orang yang mengidap gangguan ini biasanya merasa takut dalam situasi tersebut karena mereka merasa tidak dapat melarikan diri jika mengalami serangan panik.

4. Gangguan Kecemasan Sosial
Gangguan ini adalah ketakutan umum yang intens terhadap situasi atau kinerja sosial, seperti misalnya saat memberikan pidato. Orang dengan gangguan kecemasan sosial sering khawatir tentang pikiran buruk orang lain kala menilai mereka. Mereka takut bakal mempermalukan diri sendiri di depan orang lain.

5. Kecemasan Umum
Kecemasan ini ditandai oleh kekhawatiran berlebihan tentang dua atau lebih aspek kehidupan. Misalnya keuangan dan interaksi sosial. Kekhawatiran yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan, bermasalah dengan fokus, lekas marah, dan susah tidur. Kekhawatiran yang terus terjadi selama lebih dari enam bulan dan merusak kualitas hidup dapat berubah menjadi gangguan kecemasan umum.

Setelah mengetahui jenis gangguan kecemasan, berikut gejala yang bisa dialami sebagian orang menurut Shannon O'Neill, Asisten Profesor Psikiatri di Mount Sinai West. (Baca Juga: Usir Stres dan Kecemasan Akibat Corona dengan Lima Kegiatan Ini)

1. Kesulitan mentolerir ketidakpastian atau hal yang tidak diketahui.
2. Perenungan tentang masa depan.
3. Kekakuan kognitif atau ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan situasi baru.
4. Kebutuhan akan kendali.

Gejala tersebut dapat bermanifestasi menjadi masalah lebih lanjut, seperti:

1. Kesulitan mengendalikan kekhawatiran.
2. Ketidakmampuan untuk merasakan ketenangan.
3. Merasa tegang.
4. Masalah gastrointestinal.
5. Kelelahan.
6. Insomnia atau masalah tidur.
7. Pikiran obsesif.
8. Perilaku ritual untuk meredakan gejala kecemasan.
9. Menghindari aktivitas sehari-hari.

Jika Anda merasa memiliki gangguan kecemasan, pertimbangkan keputusan untuk mencari bantuan dari ahli kesehatan mental berlisensi seperti terapis, psikiater, atau psikolog. Selain itu, kondisi kesehatan dan riwayat medis Anda beserta keluarga adalah hal yang penting karena gangguan kecemasan sering dipengaruhi oleh genetika atau lingkungan keluarga Anda. (Deslita Krissanta Sibuea)
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak