Soal Larangan Turis Backpacker ke Indonesia, Sandiaga Uno: Tidak Melarang Selama Mematuhi Aturan
Selasa, 21 September 2021 - 06:05 WIB
loading...
Soal Larangan Turis Backpacker ke Indonesia, Sandiaga Uno: Tidak Melarang Selama Mematuhi Aturan. Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tak ada larangan bagi turis asing yang ingin pergi liburan dengan cara backpacker ke Indonesia.
Dalam Weekly Press Briefing yang digelar secara virtual, Senin (20/9/2021), Sandiaga melengkapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan yang menjelaskan perihal pembukaan kembali Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman).
Sebelumnya, Menko Marves Luhut menyampaikan bahwa ia tak ingin turis ala backpacker datang ke Bali.
Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan, bahwa penyaringan wisman masuk Bali bukan dari atribut yang digunakan turis mancanegara, misalnya backpack. Akan tetapi lebih berfokus pada kualitas wisman baik secara sikap maupun kemampuan ekonomi.
Baca Juga: Pulihkan Subsektor Perfilman di Indonesia, Ini 3 Langkah yang Dilakukan Sandiaga Uno
"Backpacker yang dimaksud Pak Luhut adalah yang tidak mendatangkan dividen. Memang sangat rancu dari segi definisi. Setelah kami mengklarifikasi, Pak Luhut menyampaikan ini adalah kelompok wisatawan yang tidak mendatangkan keuntungan," ujarnya.
Selain tidak menghasilkan keuntungan atau profit juga benefit, dan tidak mematuhi protokol kesehatan, hingga tidak menghormati kearifan lokal.
Dalam Weekly Press Briefing yang digelar secara virtual, Senin (20/9/2021), Sandiaga melengkapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan yang menjelaskan perihal pembukaan kembali Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman).
Sebelumnya, Menko Marves Luhut menyampaikan bahwa ia tak ingin turis ala backpacker datang ke Bali.
Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan, bahwa penyaringan wisman masuk Bali bukan dari atribut yang digunakan turis mancanegara, misalnya backpack. Akan tetapi lebih berfokus pada kualitas wisman baik secara sikap maupun kemampuan ekonomi.
Baca Juga: Pulihkan Subsektor Perfilman di Indonesia, Ini 3 Langkah yang Dilakukan Sandiaga Uno
"Backpacker yang dimaksud Pak Luhut adalah yang tidak mendatangkan dividen. Memang sangat rancu dari segi definisi. Setelah kami mengklarifikasi, Pak Luhut menyampaikan ini adalah kelompok wisatawan yang tidak mendatangkan keuntungan," ujarnya.
Selain tidak menghasilkan keuntungan atau profit juga benefit, dan tidak mematuhi protokol kesehatan, hingga tidak menghormati kearifan lokal.
Lihat Juga :