Cara Memisahkan Bayi Kembar Siam
Rabu, 22 September 2021 - 22:06 WIB
loading...
A
A
A
1. Kelengkapan organ-organ tubuh, seperti jantung, hati, dan usus masing-masing bayi.
2. Kestabilan kondisi kesehatan kedua bayi.
3. Perkiraan tingkat keberhasilan operasi pemisahan.
4. Jenis dan tingkat kesulitan operasi rekonstruksi setelah operasi pemisahan.
5. Jenis perawatan dan bantuan yang dibutuhkan setelah operasi pemisahan.
6. Gangguan kesehatan yang mungkin dialami jika operasi pemisahan tidak dilaksanakan.
Jika operasi pemisahan berhasil, rehabilitasi dan perawatan lanjutan perlu dilakukan untuk melatih kemampuan masing- masing bayi. Perawatan ini bisa dilakukan melalui terapi fisik, komunikasi, dan sosial. Hal ini bertujuan agar kedua bayi bisa beraktivitas secara normal seperti bayi-bayi pada umumnya.
Jika operasi pemisahan tidak mungkin dilakukan, misalnya karena kedua bayi hanya memiliki satu jantung, atau orang tua bayi tidak ingin anaknya di operasi, dokter akan merencanakan perawatan medis lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatan bayi kembar siam.
Baca juga: Terus Menurun, Persentase Kasus Covid-19 di Jakarta Lebih Kecil dari Global dan Indonesia
Diagnosis Kembar Siam (Conjoined Twins)
Kembar siam dapat diketahui melalui pemeriksaan USG sejak trimester pertama kehamilan. Pemeriksaan yang lebih detail dapat dilakukan pada trimester kedua melalui USG dan ekokardiogram untuk melihat sejauh mana kedua bayi kembar terhubung dan bagaimana fungsi masing-masing organ.
Jika hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bayi mengalami kembar siam, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan dengan pemindaian MRI. Pemindaian ini dapat membantu dokter dalam mengetahui lebih detail bagian tubuh bayi yang terhubung dan organ apa saja yang dimiliki keduanya.
Pencegahan Kembar Siam (Conjoined Twins)
Karena belum diketahui penyebab pasti dan faktor risikonya, kembar siam sulit untuk dicegah. Ibu hamil hanya disarankan untuk selalu menjaga kesehatan dengan memperhatikan asupan gizi, tidak merokok atau minum alkohol. Walau tidak berperan secara langsung, segala asupan pasti mempengaruhi kadar hormon atau protein yang dibutuhkan saat hamil. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi proses pembelahan sel.
Selain menjaga asupan, ibu hamil juga harus rajin kontrol ke dokter kandungan. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya komplikasi dapat segera diketahui, termasuk jika mengandung bayi kembar siam.
2. Kestabilan kondisi kesehatan kedua bayi.
3. Perkiraan tingkat keberhasilan operasi pemisahan.
4. Jenis dan tingkat kesulitan operasi rekonstruksi setelah operasi pemisahan.
5. Jenis perawatan dan bantuan yang dibutuhkan setelah operasi pemisahan.
6. Gangguan kesehatan yang mungkin dialami jika operasi pemisahan tidak dilaksanakan.
Jika operasi pemisahan berhasil, rehabilitasi dan perawatan lanjutan perlu dilakukan untuk melatih kemampuan masing- masing bayi. Perawatan ini bisa dilakukan melalui terapi fisik, komunikasi, dan sosial. Hal ini bertujuan agar kedua bayi bisa beraktivitas secara normal seperti bayi-bayi pada umumnya.
Jika operasi pemisahan tidak mungkin dilakukan, misalnya karena kedua bayi hanya memiliki satu jantung, atau orang tua bayi tidak ingin anaknya di operasi, dokter akan merencanakan perawatan medis lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatan bayi kembar siam.
Baca juga: Terus Menurun, Persentase Kasus Covid-19 di Jakarta Lebih Kecil dari Global dan Indonesia
Diagnosis Kembar Siam (Conjoined Twins)
Kembar siam dapat diketahui melalui pemeriksaan USG sejak trimester pertama kehamilan. Pemeriksaan yang lebih detail dapat dilakukan pada trimester kedua melalui USG dan ekokardiogram untuk melihat sejauh mana kedua bayi kembar terhubung dan bagaimana fungsi masing-masing organ.
Jika hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bayi mengalami kembar siam, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan dengan pemindaian MRI. Pemindaian ini dapat membantu dokter dalam mengetahui lebih detail bagian tubuh bayi yang terhubung dan organ apa saja yang dimiliki keduanya.
Pencegahan Kembar Siam (Conjoined Twins)
Karena belum diketahui penyebab pasti dan faktor risikonya, kembar siam sulit untuk dicegah. Ibu hamil hanya disarankan untuk selalu menjaga kesehatan dengan memperhatikan asupan gizi, tidak merokok atau minum alkohol. Walau tidak berperan secara langsung, segala asupan pasti mempengaruhi kadar hormon atau protein yang dibutuhkan saat hamil. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi proses pembelahan sel.
Selain menjaga asupan, ibu hamil juga harus rajin kontrol ke dokter kandungan. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya komplikasi dapat segera diketahui, termasuk jika mengandung bayi kembar siam.
(nug)
Lihat Juga :