Cari Orang yang Kebal Covid-19, Begini Alasan Para Peneliti
Kamis, 21 Oktober 2021 - 05:14 WIB
loading...
Pemahaman tentang patofisiologi Covid-19 yang mengancam jiwa telah berkembang pesat sejak penyakit ini kali pertama ditemukan pada Desember 2019. / Foto: ilustrasi/SINDOphoto/Sutikno
A
A
A
JAKARTA - Sebesar 99,9 persen genetik manusia identik satu sama lainnya. Namun, perlu diingat 0,1 persen atau lebih gen tersebut memiliki perbedaan dengan individu yang lainnya.
Perbedaan tersebut dapat berpengaruh ke banyak hal, salah satunya resistensi atau kerentanan terhadap penyakit seperti HIV.
Perubahan kecil tertentu dalam kode genetik dapat sangat memengaruhi hal ini. Semakin banyak yang kita ketahui tentang gen khusus ini tentunya akan semakin baik. Kondisi ini memungkinkan untuk membuat obat yang dapat meniru perbedaan genetik.
Baca juga: Rindu Jajanan Jepang? Yuk, Berburu di Kawasan Melawai
Dengan pemikiran itu, Ahli Imunologi dari Akademi Athena, Evangelos Andreakos mengatakan bahwa para peneliti mencari orang-orang di seluruh dunia yang mungkin kebal terhadap virus SARS-CoV-2. Nantinya, gen tersebut dapat memegang kunci untuk berpotensi mengobati Covid-19.
"Diperkenalkannya SARS-CoV-2 ke populasi, dalam skala global, telah memberikan demonstrasi lain tentang variabilitas klinis yang luar biasa antara individu dalam perjalanan infeksi. Mulai dari infeksi tanpa gejala hingga penyakit yang mengancam jiwa," kata Evangelos, merangkum dari Science Alert, Rabu (20/10/2021).
Perbedaan tersebut dapat berpengaruh ke banyak hal, salah satunya resistensi atau kerentanan terhadap penyakit seperti HIV.
Perubahan kecil tertentu dalam kode genetik dapat sangat memengaruhi hal ini. Semakin banyak yang kita ketahui tentang gen khusus ini tentunya akan semakin baik. Kondisi ini memungkinkan untuk membuat obat yang dapat meniru perbedaan genetik.
Baca juga: Rindu Jajanan Jepang? Yuk, Berburu di Kawasan Melawai
Dengan pemikiran itu, Ahli Imunologi dari Akademi Athena, Evangelos Andreakos mengatakan bahwa para peneliti mencari orang-orang di seluruh dunia yang mungkin kebal terhadap virus SARS-CoV-2. Nantinya, gen tersebut dapat memegang kunci untuk berpotensi mengobati Covid-19.
"Diperkenalkannya SARS-CoV-2 ke populasi, dalam skala global, telah memberikan demonstrasi lain tentang variabilitas klinis yang luar biasa antara individu dalam perjalanan infeksi. Mulai dari infeksi tanpa gejala hingga penyakit yang mengancam jiwa," kata Evangelos, merangkum dari Science Alert, Rabu (20/10/2021).
Lihat Juga :