Cari Orang yang Kebal Covid-19, Begini Alasan Para Peneliti
Kamis, 21 Oktober 2021 - 05:14 WIB
loading...
A
A
A
Pemahaman tentang patofisiologi Covid-19 yang mengancam jiwa telah berkembang pesat sejak penyakit ini kali pertama ditemukan pada Desember 2019. Tapi para peneliti masih sedikit mengetahui tentang dasar genetik dan imunologis manusia dari resistensi bawaan terhadap SARS-CoV-2.
Meskipun saat ini mungkin tidak banyak informasi tentang resistensi bawaan ini, tapi bukan berarti hal itu tidak ada. Para peneliti mencatat ada beberapa kasus tentang salah satu anggota rumah yang terhindar dari Covid-19. Ada pula seseorang yang kebal meski berada di lingkungan yang berisiko tinggi.
Ada juga beberapa penelitian serius terkait dengan hal tersebut, tetapi sejauh ini hasilnya hanya mengungkapkan perbedaan kecil. Contohnya adalah penelitian tahun lalu yang menyatakan bahwa golongan darah O tampaknya menunjukkan sedikit resistensi terhadap infeksi SARS-CoV-2.
Selain itu, ada pula penelitian lain yang mengamati protein seperti reseptor ACE2 atau TMEM41B. Protein ini tampaknya dibutuhkan virus untuk masuk atau bereplikasi di dalam sel. Para peneliti mengungkap beberapa rahasia dalam populasi yang mungkin secara genetik resisten terhadap SARS-CoV-2.
"Kami mengusulkan strategi untuk mengidentifikasi, merekrut, dan menganalisis secara genetik individu yang secara alami resisten terhadap infeksi SARS-CoV-2. Kami pertama-tama fokus pada kontak dalam rumah tangga yang tidak terinfeksi dari orang-orang dengan gejala Covid-19," kata tim peneliti.
Para peneliti kemudian mempertimbangkan individu yang terpapar kasus tanpa alat pelindung diri. Penelitian dilakukan setidaknya selama 1 jam per hari, dan selama 3-5 hari pertama gejala di rumah. Mereka kemudian diperiksa dengan tes PCR negatif dan tes darah negatif empat minggu setelah paparan.
Meskipun saat ini mungkin tidak banyak informasi tentang resistensi bawaan ini, tapi bukan berarti hal itu tidak ada. Para peneliti mencatat ada beberapa kasus tentang salah satu anggota rumah yang terhindar dari Covid-19. Ada pula seseorang yang kebal meski berada di lingkungan yang berisiko tinggi.
Ada juga beberapa penelitian serius terkait dengan hal tersebut, tetapi sejauh ini hasilnya hanya mengungkapkan perbedaan kecil. Contohnya adalah penelitian tahun lalu yang menyatakan bahwa golongan darah O tampaknya menunjukkan sedikit resistensi terhadap infeksi SARS-CoV-2.
Selain itu, ada pula penelitian lain yang mengamati protein seperti reseptor ACE2 atau TMEM41B. Protein ini tampaknya dibutuhkan virus untuk masuk atau bereplikasi di dalam sel. Para peneliti mengungkap beberapa rahasia dalam populasi yang mungkin secara genetik resisten terhadap SARS-CoV-2.
"Kami mengusulkan strategi untuk mengidentifikasi, merekrut, dan menganalisis secara genetik individu yang secara alami resisten terhadap infeksi SARS-CoV-2. Kami pertama-tama fokus pada kontak dalam rumah tangga yang tidak terinfeksi dari orang-orang dengan gejala Covid-19," kata tim peneliti.
Para peneliti kemudian mempertimbangkan individu yang terpapar kasus tanpa alat pelindung diri. Penelitian dilakukan setidaknya selama 1 jam per hari, dan selama 3-5 hari pertama gejala di rumah. Mereka kemudian diperiksa dengan tes PCR negatif dan tes darah negatif empat minggu setelah paparan.
Lihat Juga :