Upaya-Upaya Global untuk Tekan Prevalensi Merokok
Kamis, 21 Oktober 2021 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Konstantinos, perlu ada pendekatan berbeda dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Caranya dengan mengedepankan produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, maupun snus. Penggunaan produk-produk alternatif ini harus diperkuat oleh regulasi dengan kajian ilmiah sebagai basis.
“Menutup kesenjangan dalam adopsi, implementasi, dan penegakan kebijakan berbasis riset sangat penting untuk mengakhiri pandemi rokok global. Mendorong tingkat penghentian perokok pada saat ini dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi kesehatan,” kata Konstantinos, dikutip Kamis (21/10/2021).
Pada kesempatan berbeda, Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research Dedek Prayudi sepakat bahwa pembentukan regulasi untuk mengatur produk tembakau alternatif harus berlandaskan kajian ilmiah.
“Ketika mau diregulasi, yang pertama harus dilakukan adalah uji profil risiko melalui sebuah penelitian. Baru setelah itu dibuat regulasi yang disesuaikan dengan bagaimana produk tembakau alternatif bisa dikonsumsi, menyesuaikan hak-hak konsumen, dan agar tidak disalahgunakan,” papar pria yang akrab disapa Uki itu.
Dengan hadirnya regulasi berbasis ilmiah, Uki berharap prevalensi merokok di Indonesia dapat ditekan.
“Menutup kesenjangan dalam adopsi, implementasi, dan penegakan kebijakan berbasis riset sangat penting untuk mengakhiri pandemi rokok global. Mendorong tingkat penghentian perokok pada saat ini dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi kesehatan,” kata Konstantinos, dikutip Kamis (21/10/2021).
Pada kesempatan berbeda, Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research Dedek Prayudi sepakat bahwa pembentukan regulasi untuk mengatur produk tembakau alternatif harus berlandaskan kajian ilmiah.
“Ketika mau diregulasi, yang pertama harus dilakukan adalah uji profil risiko melalui sebuah penelitian. Baru setelah itu dibuat regulasi yang disesuaikan dengan bagaimana produk tembakau alternatif bisa dikonsumsi, menyesuaikan hak-hak konsumen, dan agar tidak disalahgunakan,” papar pria yang akrab disapa Uki itu.
Dengan hadirnya regulasi berbasis ilmiah, Uki berharap prevalensi merokok di Indonesia dapat ditekan.
Lihat Juga :