Melihat Daya Tarik 3 Desa Wisata yang Wakili Indonesia dalam UNWTO Best Tourism Village 2021
Selasa, 02 November 2021 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
3. Desa Wae Rebo, NTT
![Melihat Daya Tarik 3 Desa Wisata yang Wakili Indonesia dalam UNWTO Best Tourism Village 2021]()
Desa Wae Rebo yang terletak di Manggarai, NTT, disebut juga sebagai ‘surga di atas awan’, karena lokasinya yang berada di atas ketinggian 1.000 mdpl. Tak heran jika pemandangan yang disuguhkan begitu memukau layaknya lukisan.
Untuk bisa sampai ke tempat ini memang tidak mudah karena posisinya yang berada di atas gunung. Pengunjung perlu tracking menyusuri jalan setapak, membelah hutan hingga menyusuri sungai sejauh 6 kilometer. Wisatawan harus mempersiapkan kondisi tubuh yang bugar, karena dari awal pendakian langsung disuguhi tanjakan yang tiada henti. Namun, setibanya di Desa Wae Rebo, rasa lelah itu akan terbayar.
Hal pertama yang menjadi perhatian wisatawan adalah tujuh rumah adat yang menjadi ikon dari Desa Wae Rebo, yakni Mbaru Niang yang berbentuk kerucut. Selain itu, hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga menjadi pesona wisata tersendiri sehingga memberikan kesan magis namun damai, tenang, dan sejahtera.
Berbagai acara adat yang dilakukan setiap tahun juga menjadi keunggulan wisata tersendiri. Salah satunya adalah upacara persembahan untuk roh yang menghuni tempat Wae Rebo yang dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada Juni dan Oktober.
Baca Juga: Sensasi Liburan di Desa Wisata Burai, Kampung Warna-warni di Ogan Ilir Sumsel
Selain itu, ada pula upacara pernikahan dan upacara kelahiran masyarakat setempat yang menarik untuk disaksikan secara langsung.
Dengan eksotisme alam dan budaya Desa Wae Rebo, maka tidak heran jika mereka mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada Agustus 2012.

Desa Wae Rebo yang terletak di Manggarai, NTT, disebut juga sebagai ‘surga di atas awan’, karena lokasinya yang berada di atas ketinggian 1.000 mdpl. Tak heran jika pemandangan yang disuguhkan begitu memukau layaknya lukisan.
Untuk bisa sampai ke tempat ini memang tidak mudah karena posisinya yang berada di atas gunung. Pengunjung perlu tracking menyusuri jalan setapak, membelah hutan hingga menyusuri sungai sejauh 6 kilometer. Wisatawan harus mempersiapkan kondisi tubuh yang bugar, karena dari awal pendakian langsung disuguhi tanjakan yang tiada henti. Namun, setibanya di Desa Wae Rebo, rasa lelah itu akan terbayar.
Hal pertama yang menjadi perhatian wisatawan adalah tujuh rumah adat yang menjadi ikon dari Desa Wae Rebo, yakni Mbaru Niang yang berbentuk kerucut. Selain itu, hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga menjadi pesona wisata tersendiri sehingga memberikan kesan magis namun damai, tenang, dan sejahtera.
Berbagai acara adat yang dilakukan setiap tahun juga menjadi keunggulan wisata tersendiri. Salah satunya adalah upacara persembahan untuk roh yang menghuni tempat Wae Rebo yang dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada Juni dan Oktober.
Baca Juga: Sensasi Liburan di Desa Wisata Burai, Kampung Warna-warni di Ogan Ilir Sumsel
Selain itu, ada pula upacara pernikahan dan upacara kelahiran masyarakat setempat yang menarik untuk disaksikan secara langsung.
Dengan eksotisme alam dan budaya Desa Wae Rebo, maka tidak heran jika mereka mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada Agustus 2012.
(tsa)
Lihat Juga :