Kemenkes Ungkap 35,4 Persen Populasi Usia Dewasa Alami Obesitas: Picu Risiko Penyakit
Sabtu, 13 November 2021 - 05:15 WIB
loading...
Kemenkes Ungkap 35,4 Persen Populasi Usia Dewasa Alami Obesitas: Picu Risiko Penyakit. Foto/Ilustrasi/Neurology Advisor
A
A
A
JAKARTA - Obesitas masih menjadi salah satu permasalahan bagi masyarakat Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, lebih dari 35,4 persen populasi dewasa atau sekira 68 juta jiwa memiliki obesitas. Artinya satu dari tiga orang dewasa dipastikan mengalami obesitas.
Selain itu jumlah obesitas pada anak-anak juga sangat memperihatinkan. Sebanyak 20 persen atau satu dari lima anak-anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Tentunya faktor yang menyebabkan obesitas adalah pola konsumsi pangan yang dilakukan masyarakat Indonesia.
Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Elvieda Sariwati menegaskan pola makan merupakan faktor risiko nomor satu yang berkontribusi pada obesitas yang berujung pada kematian dan kecacatan di Indonesia.
"Sebab makanan dan minuman olahan serta siap saji merupakan jenis konsumsi terbesar sebanyak 32,7 persen," terang Elvieda, dalam acara Scaling Up Nutrition (SUN) Annual Meeting 2021 di Jakarta, Jumat (12/11/2021).
Baca Juga: Bappenas Dorong Pencegahan Obesitas untuk Hindari Gangguan Hipertensi dan Diabetes
Lebih lanjut Elvieda menjelaskan bahwa obesitas juga memicu berbagai macam penyakit tidak menular (PTM). Potensi akan semakin besar, terlebih saat ini masyarakat juga melakukan pola hidup tidak sehat seperti, kurangnya aktivitas fisik, diet tidak sehat, dan konsumsi tembakau.
Selain itu jumlah obesitas pada anak-anak juga sangat memperihatinkan. Sebanyak 20 persen atau satu dari lima anak-anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Tentunya faktor yang menyebabkan obesitas adalah pola konsumsi pangan yang dilakukan masyarakat Indonesia.
Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Elvieda Sariwati menegaskan pola makan merupakan faktor risiko nomor satu yang berkontribusi pada obesitas yang berujung pada kematian dan kecacatan di Indonesia.
"Sebab makanan dan minuman olahan serta siap saji merupakan jenis konsumsi terbesar sebanyak 32,7 persen," terang Elvieda, dalam acara Scaling Up Nutrition (SUN) Annual Meeting 2021 di Jakarta, Jumat (12/11/2021).
Baca Juga: Bappenas Dorong Pencegahan Obesitas untuk Hindari Gangguan Hipertensi dan Diabetes
Lebih lanjut Elvieda menjelaskan bahwa obesitas juga memicu berbagai macam penyakit tidak menular (PTM). Potensi akan semakin besar, terlebih saat ini masyarakat juga melakukan pola hidup tidak sehat seperti, kurangnya aktivitas fisik, diet tidak sehat, dan konsumsi tembakau.
Lihat Juga :