Evolusi Perilaku Manusia Diperlukan untuk Atasi Masalah Sampah Plastik di Indonesia
Kamis, 18 November 2021 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Menyikapi permasalahan tersebut, PT Unilever Indonesia berinisiatif menggandeng para pakar di bidang ilmu sosial untuk menggali lebih dalam dan mencari solusi permasalahan sampah plastik dari berbagai kajian humaniora melalui diskusi bersama belum lama ini.
“Merupakan tanggung jawab dan komitmen jangka panjang kami untuk turut membantu mengatasi permasalahan sampah, terutama sampah plastik di Indonesia. Kami percaya bahwa plastik memiliki tempatnya di dalam ekonomi, tetapi tidak di lingkungan kita," kata Maya Tamimi, Head of Sustainable Environment Unilever Indonesia Foundation, pada kesempatan yang sama.
Masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting dalam penanggulangan sampah. Berdasarkan data, 37,3% sampah yang terkumpul pada 2020 berasal dari rumah tangga. Bahkan dari 175.000 ton sampah yang dihasilkan Indonesia per hari, didominasi hingga 60% oleh sampah rumah tangga.
Baca Juga: Sampah Antariksa Bertambah, Dampak Uji Coba Rudal Anti Satelit Rusia
Antropolog dan Pengajar LPEM FEB UI Dr. Yosefina Anggraini, S.Sos, M.Si menerangkan, perilaku masyarakat terhadap sampah dapat dipahami melalui pendekatan materialisme budaya dari Marvin Harris. Pendekatan ini memandang bahwa kebudayaan merupakan produk hubungan antara benda-benda, di mana manusia menciptakan kebudayaan tertentu karena dianggap sesuai dengan lingkungan alam sekitar.
Dalam prosesnya, tiap kelompok masyarakat memiliki siasat untuk menghadapi berbagai tekanan geografis dan ancaman lingkungan sebagai bentuk strategi adaptasi.
“Merupakan tanggung jawab dan komitmen jangka panjang kami untuk turut membantu mengatasi permasalahan sampah, terutama sampah plastik di Indonesia. Kami percaya bahwa plastik memiliki tempatnya di dalam ekonomi, tetapi tidak di lingkungan kita," kata Maya Tamimi, Head of Sustainable Environment Unilever Indonesia Foundation, pada kesempatan yang sama.
Masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting dalam penanggulangan sampah. Berdasarkan data, 37,3% sampah yang terkumpul pada 2020 berasal dari rumah tangga. Bahkan dari 175.000 ton sampah yang dihasilkan Indonesia per hari, didominasi hingga 60% oleh sampah rumah tangga.
Baca Juga: Sampah Antariksa Bertambah, Dampak Uji Coba Rudal Anti Satelit Rusia
Antropolog dan Pengajar LPEM FEB UI Dr. Yosefina Anggraini, S.Sos, M.Si menerangkan, perilaku masyarakat terhadap sampah dapat dipahami melalui pendekatan materialisme budaya dari Marvin Harris. Pendekatan ini memandang bahwa kebudayaan merupakan produk hubungan antara benda-benda, di mana manusia menciptakan kebudayaan tertentu karena dianggap sesuai dengan lingkungan alam sekitar.
Dalam prosesnya, tiap kelompok masyarakat memiliki siasat untuk menghadapi berbagai tekanan geografis dan ancaman lingkungan sebagai bentuk strategi adaptasi.
Lihat Juga :