Dukungan bagi Perempuan Indonesia agar Berani Raih Mimpi dan Berkilau

Senin, 22 November 2021 - 20:13 WIB
Dukungan bagi Perempuan Indonesia agar Berani Raih Mimpi dan Berkilau
Para narasumber dalam konferensi pers virtual kampanye Sunsilk #TakTerhentikanTukBerkilau, Senin (22/11/2021). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menurut survei yang dilakukan PT Unilever Indonesia pada 2021, 60% perempuan muda di Tanah Air merasa tantangan terbesar dalam meraih mimpi berasal dari faktor keluarga dan tuntutan masyarakat. Sementara sebanyak 89% merasa ekspektasi masyarakat terhadap sosok perempuan telah memengaruhi cara mereka dalam membayangkan masa depan.

Senior Brand Manager Sunsilk Elviana Lim mengatakan, perempuan muda Indonesia masih menghadapi begitu banyak tantangan dari lingkungan eksternal yang menghambat mereka untuk berkembang.

Baca Juga: Ilmuwan Perempuan Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia

"Menurut survei yang kami lakukan di 2021 terhadap perempuan muda di berbagai wilayah Indonesia, 60% dari mereka merasa tantangan terbesar dalam meraih mimpi berasal dari faktor keluarga dan tuntutan masyarakat. Bahkan, 89% merasa ekspektasi masyarakat terhadap sosok perempuan telah memengaruhi cara mereka membayangkan masa depan," papar Elviana dalam konferensi pers virtual kampanye Sunsilk #TakTerhentikanTukBerkilau, Senin (22/11/2021).

Psikolog Klinis Inez Kristanti pada kesempatan yang sama menanggapi, keinginan dan motivasi perempuan untuk mengaktualisasikan diri memang dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Salah satunya dari bagaimana peran seorang perempuan disosialisasikan atau ditanamkan oleh orang-orang sekitarnya, apakah di lingkungan tersebut perempuan diharapkan untuk menjadi seseorang yang berdaya atau tidak.

“Berbagai stigma terhadap perempuan pun masih ada di tengah masyarakat, sehingga beberapa perempuan bahkan tidak terpikir untuk memiliki mimpi, apalagi mewujudkannya,” ujar Inez.



Kehadiran sosok role model sangat membantu para perempuan untuk tidak merasa sendirian dan termotivasi meraih mimpi. Selain itu, faktor eksternal lain yang tidak kalah penting adalah tersedianya sumber daya dan akses untuk mengembangkan diri.

Faktanya, keterbatasan akses mengakibatkan 28,64% perempuan muda Indonesia tidak bisa bersekolah, bekerja, atau mengikuti pelatihan.

Baca Juga: Survei Ungkap 1 dari 3 Perempuan Indonesia Jadi Korban Kekerasan

Berangkat dari seluruh fakta tersebut, Sunsilk melalui kampanye #TakTerhentikanTukBerkilau memberikan sebuah ekosistem bagi perempuan Indonesia untuk berkarya serta memaksimalkan potensi yang dimiliki.

“Dengan target menjangkau 500.000 perempuan, dukungan Sunsilk melalui kampanye ini akan terus berlangsung lewat kelas online yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh perempuan muda Indonesia," pungkas Elviana.
(tsa)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1106 seconds (10.55#12.26)