Lawan Kekerasan terhadap Perempuan Melalui Aplikasi
Sabtu, 27 November 2021 - 03:42 WIB
loading...
A
A
A
"Dari beberapa keluh kesah anggota, dan beberapa teman terdekat Saya yang pernah mengalami kekerasan seksual, Saya akhirnya memutuskan untuk membuat aplikasi yang nantinya bakal menjadi guardian bagi perempuan Indonesia," lanjutnya.
Seksolog Klinis Zoya Amirin, M.Psi., FIAS, yang sekaligus merupakan advisor aplikasi Akasia, memaparkan bahwa seseorang yang sedang mengalami kondisi pelecehan seksual secara psikologis memiliki kecenderungan untuk tidak bisa berbuat banyak.
"Adanya aplikasi ini bertujuan membuat siapa saja yang mempunyai niat untuk melakukan kejahatan seksual menjadi berpikir seribu kali untuk melakukannya. Dengan demikian, masyarakat akan merasa lebih safe namun tetap waspada,” ungkap Zoya.
Zoya berharap dengan pertumbuhan pengguna internet yang cukup pesat di Indonesia, diharapkan masyarakat juga mau memasang aplikasi anti kekerasan seksual ini di gawai mereka.
Dari data Komnas Perempuan periode Januari-September 2021 terdapat 4.000 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Perempuan merupakan pihak yang selalu dilemahkan dalam kasus ini, dan kebanyakan dari mereka enggan berbicara saat mengalami kekerasan.
Seksolog Klinis Zoya Amirin, M.Psi., FIAS, yang sekaligus merupakan advisor aplikasi Akasia, memaparkan bahwa seseorang yang sedang mengalami kondisi pelecehan seksual secara psikologis memiliki kecenderungan untuk tidak bisa berbuat banyak.
"Adanya aplikasi ini bertujuan membuat siapa saja yang mempunyai niat untuk melakukan kejahatan seksual menjadi berpikir seribu kali untuk melakukannya. Dengan demikian, masyarakat akan merasa lebih safe namun tetap waspada,” ungkap Zoya.
Zoya berharap dengan pertumbuhan pengguna internet yang cukup pesat di Indonesia, diharapkan masyarakat juga mau memasang aplikasi anti kekerasan seksual ini di gawai mereka.
Dari data Komnas Perempuan periode Januari-September 2021 terdapat 4.000 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Perempuan merupakan pihak yang selalu dilemahkan dalam kasus ini, dan kebanyakan dari mereka enggan berbicara saat mengalami kekerasan.
Lihat Juga :