Stres saat Hamil, Waspadai Efek Buruknya
Senin, 29 November 2021 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
Stres saat hamil yang dirasakan oleh sang ibu bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah jangka pendek. Meski dapat memicu terjadinya preeklamsia, komplikasi kehamilan yang memengaruhi tekanan darah dan organ sang ibu sehingga menyebabkan kelahiran bayi lebih awal, mengalami stres bukan otomatis sang ibu akan mengalami tekanan darah tinggi atau preeklamsia.
2. Keguguran
Ini momok paling menakutkan bagi ibu hamil. Nyatanya, stres memang bisa memicu terjadinya keguguran. Studi tahun 2017 menunjukkan hubungan antara stres saat hamil dengan peningkatan risiko keguguran. Para peneliti menemukan bahwa wanita hamil yang terpaparan stres psikologis dua kali lebih berpeluang mengalami keguguran dini.
Baca Juga: Epidemiolog: Cakupan Vaksinasi Harus Lebih dari 90% untuk Hadapi Ancaman Omicron
3. Bayi Lahir Prematur
Selain risiko keguguran, stres saat hamil disebutkan juga dapat menyebabkan bayi lahir prematur. Suatu studi memperlihatkan ada keterkaitan antara stres dengan kelahiran prematur (bayi dilahirkan sebelum memasuki usia kehamilan 37 pekan).
Bayi yang lahir prematur lebih berpeluang mengalami keterlambatan perkembangan dan gangguan belajar. Ketika tumbuh dewasa, anak prematur cenderung memiliki masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga diabetes.
2. Keguguran
Ini momok paling menakutkan bagi ibu hamil. Nyatanya, stres memang bisa memicu terjadinya keguguran. Studi tahun 2017 menunjukkan hubungan antara stres saat hamil dengan peningkatan risiko keguguran. Para peneliti menemukan bahwa wanita hamil yang terpaparan stres psikologis dua kali lebih berpeluang mengalami keguguran dini.
Baca Juga: Epidemiolog: Cakupan Vaksinasi Harus Lebih dari 90% untuk Hadapi Ancaman Omicron
3. Bayi Lahir Prematur
Selain risiko keguguran, stres saat hamil disebutkan juga dapat menyebabkan bayi lahir prematur. Suatu studi memperlihatkan ada keterkaitan antara stres dengan kelahiran prematur (bayi dilahirkan sebelum memasuki usia kehamilan 37 pekan).
Bayi yang lahir prematur lebih berpeluang mengalami keterlambatan perkembangan dan gangguan belajar. Ketika tumbuh dewasa, anak prematur cenderung memiliki masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga diabetes.
Lihat Juga :