Jadilah Pribadi yang Positif, Jangan Gampang Baper!
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:40 WIB
loading...
Suasana konferensi pers virtual peluncuran Hers Protex Cinnamoroll Daily Comfort Day & Night yang mengusung kampanye antibaper, Kamis (2/12/2021). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menurut teori psikologi perkembangan Erikson’s 8 Stages of Psychosocial Development, masa remaja adalah masa pencarian identitas diri. Pada masa ini, remaja memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi independen dari keluarga, membentuk body image yang positif, diakui dan diterima oleh lingkungan sosial, serta benar-benar membentuk identitas yang sesuai.
Maka itu, penting sekali bagi remaja untuk bisa diterima, diakui, dan menjadi bagian dari lingkungan sosialnya.
“Sebaliknya, isu-isu seperti bullying, penolakan, dan juga penilaian negatif dari lingkungan menjadi hal yang dapat mengganggu emosinya atau dalam istilah lain baper. Tidak hanya itu, mereka juga jadi bisa mengalami role confusion. Kondisi ini membuat remaja menjadi tidak bisa menampilkan potensinya secara maksimal, tidak percaya diri, dan menghambat perkembangan secara keseluruhan," terang Psikolog Klinis Tara de Thouars berdasarkan teori psikologi tersebut.
Apalagi memasuki masa puber yang ditandai dengan menstruasi, ujar Tara, secara biologis remaja perempuan pasti mengalami perubahan hormon yang dapat mempengaruhi mood.
"Meskipun memiliki faktor-faktor tersebut, tetap penting bagi remaja untuk bisa melewati masa pubertas dengan attitude yang positif dan tanpa baper agar bisa menemukan purpose serta menjadi versi terbaik dari diri mereka,” terangnya.
Maka itu, penting sekali bagi remaja untuk bisa diterima, diakui, dan menjadi bagian dari lingkungan sosialnya.
“Sebaliknya, isu-isu seperti bullying, penolakan, dan juga penilaian negatif dari lingkungan menjadi hal yang dapat mengganggu emosinya atau dalam istilah lain baper. Tidak hanya itu, mereka juga jadi bisa mengalami role confusion. Kondisi ini membuat remaja menjadi tidak bisa menampilkan potensinya secara maksimal, tidak percaya diri, dan menghambat perkembangan secara keseluruhan," terang Psikolog Klinis Tara de Thouars berdasarkan teori psikologi tersebut.
Apalagi memasuki masa puber yang ditandai dengan menstruasi, ujar Tara, secara biologis remaja perempuan pasti mengalami perubahan hormon yang dapat mempengaruhi mood.
"Meskipun memiliki faktor-faktor tersebut, tetap penting bagi remaja untuk bisa melewati masa pubertas dengan attitude yang positif dan tanpa baper agar bisa menemukan purpose serta menjadi versi terbaik dari diri mereka,” terangnya.
Lihat Juga :