Dukung UMKM Kuliner, Mgdalenaf Lakukan Gerakan Digital Activation
Sabtu, 04 Desember 2021 - 02:18 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak hanya bergerak dari diri saya sendiri melalui platform yang saya miliki. Namun, saya juga mengajak teman-teman dan masyarakat di luar sana untuk dapat turut andil dalam membantu UMKM melalui platform yang mereka miliki," ungkapnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (3/12/2021).
Rumah Makan Family Benteng sendiri terletak dekat benteng peninggalan era Belanda yakni Benteng Fort De Kock. UMKM ini berdiri sejak 1950, dan bermula dari sinilah ayam pop kali pertama diperkenalkan dan dijual di Indonesia.
Asal mula nama ayam pop itu ternyata masakan ayamnya sudah sangat populer sejak dahulu diperjualbelikan, dan disukai masyarakat setempat. Kemudian oleh sang penjual diberi nama ayam pop yang merupakan kepanjangan dari ayam populer.
"Uniknya Ayam Pop ini juga memiliki perbedaan dibanding jenis masakan ayam lainnya, karena tidak disengaja ayam tersebut dimasak dalam waktu yang cepat, sehingga berbeda dengan ayam goreng biasanya yang kering dan berwarna kuning keemasan," jelas Magdalena.
Saat berada di sini, Magdalena menemukan bahwa masih banyak kelompok UMKM kuliner di Jawa, Bali dan Sumatra yang belum menjamah dunia digital. Mereka selama ini masih berjualan secara konvensional. Selain itu, kondisi rumah makan yang tidak mendapatkan perhatian lebih juga menjadi fokus perhatian dari program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum.
Rumah Makan Family Benteng sendiri terletak dekat benteng peninggalan era Belanda yakni Benteng Fort De Kock. UMKM ini berdiri sejak 1950, dan bermula dari sinilah ayam pop kali pertama diperkenalkan dan dijual di Indonesia.
Asal mula nama ayam pop itu ternyata masakan ayamnya sudah sangat populer sejak dahulu diperjualbelikan, dan disukai masyarakat setempat. Kemudian oleh sang penjual diberi nama ayam pop yang merupakan kepanjangan dari ayam populer.
"Uniknya Ayam Pop ini juga memiliki perbedaan dibanding jenis masakan ayam lainnya, karena tidak disengaja ayam tersebut dimasak dalam waktu yang cepat, sehingga berbeda dengan ayam goreng biasanya yang kering dan berwarna kuning keemasan," jelas Magdalena.
Saat berada di sini, Magdalena menemukan bahwa masih banyak kelompok UMKM kuliner di Jawa, Bali dan Sumatra yang belum menjamah dunia digital. Mereka selama ini masih berjualan secara konvensional. Selain itu, kondisi rumah makan yang tidak mendapatkan perhatian lebih juga menjadi fokus perhatian dari program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum.
Lihat Juga :