Dukung UMKM Kuliner, Mgdalenaf Lakukan Gerakan Digital Activation

Sabtu, 04 Desember 2021 - 02:18 WIB
loading...
Dukung UMKM Kuliner, Mgdalenaf Lakukan Gerakan Digital Activation
Youtuber kuliner kenamaan Magdalena Fridawati mencoba mengenalkan beragam kuliner lokal demi memajukan dan menggairahkan kembali industri UMKM Tanah Air. / Foto: ist
A A A
JAKARTA - Youtuber kuliner kenamaan Magdalena Fridawati mencoba mengenalkan beragam kuliner lokal demi memajukan dan menggairahkan kembali industri UMKM Tanah Air di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu yang dilakukannya adalah berkunjung ke Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Di Kota Jam Gadang itu, Magdalena dibuat kagum dengan nikmatnya ayam pop, salah satu menu andalan Rumah Makan Family Benteng.

Melalui event bertajuk UMKM Pilihan Mgdalenaf bersama Teh Pucuk Harum, Magdalena juga berkeliling di enam kota Pulau Sumatera antara lain Lampung, Bangka, Belitung, Palembang, Padang dan Medan.

Baca juga: Intip Kolaborasi Terbaru CVX ft Key B All Is Over

Magdalena mengatakan, tujuan diadakannya gerakan ini untuk bisa bersama-sama membantu mempromosikan UMKM yang didatangi secara meluas.

"Tidak hanya bergerak dari diri saya sendiri melalui platform yang saya miliki. Namun, saya juga mengajak teman-teman dan masyarakat di luar sana untuk dapat turut andil dalam membantu UMKM melalui platform yang mereka miliki," ungkapnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (3/12/2021).



Rumah Makan Family Benteng sendiri terletak dekat benteng peninggalan era Belanda yakni Benteng Fort De Kock. UMKM ini berdiri sejak 1950, dan bermula dari sinilah ayam pop kali pertama diperkenalkan dan dijual di Indonesia.

Asal mula nama ayam pop itu ternyata masakan ayamnya sudah sangat populer sejak dahulu diperjualbelikan, dan disukai masyarakat setempat. Kemudian oleh sang penjual diberi nama ayam pop yang merupakan kepanjangan dari ayam populer.

"Uniknya Ayam Pop ini juga memiliki perbedaan dibanding jenis masakan ayam lainnya, karena tidak disengaja ayam tersebut dimasak dalam waktu yang cepat, sehingga berbeda dengan ayam goreng biasanya yang kering dan berwarna kuning keemasan," jelas Magdalena.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1663 seconds (10.55#12.26)