Mandi Malam Penyebab Rematik, Benarkah? Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 06 Desember 2021 - 18:23 WIB
loading...
Mandi Malam Penyebab Rematik, Benarkah? Ini Fakta Sebenarnya
Mandi malam penyebab rematik, benarkah? Foto/Eatthis
A A A
JAKARTA - Anggapan mandi malam penyebab rematik sudah menjadi kepercayaan di kalangan masyarakat. Tak heran bila banyak orang yang menghindari mandi di malam hari karena takut terkena rematik.

Bagi orang kantoran yang pulang malam hari merasa dilema. Di sisi lain ia ingin membersihkan badan sesudah seharian beraktivitas. Namun di sisi lain, anggapan mandi malam bisa menyebabkan rematik membuat mereka memilih mengurungkan aktivitas ini.Padahal agar badan bersih dan segar, saat beristirahat malam, mandi adalah salah satu kuncinya.

Seperti dilansir laman Medical News Today, dalam istilah medis, rematik disebut dengan rheumatoid arthritis (RA). Rematik masuk ke dalam kelompok penyakit autoimun . Ini kondisi di mana sel-sel pertahanan tubuh menyerang organ tubuh. Dalam kasus rematik, bagian yang lebih banyak diserang adalah persendian.

Baca Juga : Waspadai Bahaya Mandi Malam bagi Kesehatan

Mandi Malam Penyebab Rematik, Benarkah? Ini Fakta Sebenarnya


Karena bagian tubuh yang diserang adalah persendian, maka dari itu mandi malam bukanlah penyebab tunggal dari rematik. Namun, mandi malam memang tidak disarankan para penderita rematik. Mandi malam yang menimbulkan sensasi rasa dingin akan semakin memperparah rasa nyeri.Bila terpaksa harus mandi malam, sebaiknya gunakan air hangat untuk menghindari rasa nyeri bertambah parah.

Mandi malam dengan air dingin memang tidak direkomendasikan. Dr. Mahesa Paranadipa dari Ikatan Dokter Indonesia menerangkan, di Indonesia mengatakan bahawa mandi di malam hari sebenarnya bisa berdampak buruk bagi kesehatan



“Hal ini sebenarnya terkait dengan metabolisme tubuh. Keadaan metabolisme kita terbagi dalam dua kategori yaitu sebelum kita tidur dan sesudah tidur,” ujar Mahesa.

Menurut Mahesa, suhu tubuh meningkat seiring menjalani hari. Jadi saat mandi di malam hari dan suhu tubuh secara keseluruhan relatif lebih dingin, air bisa ‘mengejutkan’ metabolisme tubuh . “Ini seperti menuangkan air dingin ke dalam gelas panas, akan pecah,” jelasnya.

Mengapa airnya dingin? Karena menurut dr. Mahesa, banyak orang Indonesia yang memiliki penampungan air tradisional dan gayung untuk mandi, bukan pancuran air panas yang berdiri sendiri. Jadi, dalam situasi seperti ini, lebih baik menunggu dan tidur beberapa jam sekitar 90 menit agar metabolisme bisa pulih.

Baca Juga : Kenali Penyakit Rematik dan Asam Urat, Apa Bedanya?

“Efek air dingin melemahkan sistem kekebalan kita. Jadi mandi malam setelah seharian beraktivitas tidak disarankan. Tapi, kalau tidur dulu sebelum mandi, suhu tubuh akan menyesuaikan. Itu justru akan meningkatkan sirkulasi darah kita," jelas Mahesa.

Mahesa menuturkan, nyeri pada persendian biasanya terjadi saat suhu turun karena cairan persendian mengental. Suhu dingin juga memperburuk gesekan sendi, tetapi sebenarnya tidak menyebabkan nyeri sendi.
(wur)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2400 seconds (11.252#12.26)