Biaya Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal, Mulai dari Rp800 Ribu hingga Rp7,5 Juta

Selasa, 07 Desember 2021 - 11:43 WIB
loading...
Biaya Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal, Mulai dari Rp800 Ribu hingga Rp7,5 Juta
Biaya cuci darah di sejumlah rumah sakit sebagian besar tidaklah murah. Gagal ginjal, salah satu penyakit yang memerlukan penanganan cuci darah. Foto/Ilustrasi/ist
A A A
JAKARTA - Biaya cuci darah di sejumlah rumah sakit sebagian besar tidaklah murah. Gagal ginjal, salah satu gangguan kesehatan yang memerlukan cuci darah dan menempati urutan keempat sebagai penyakit tidak menular dengan biaya termahal di dunia setelah jantung, kanker dan stroke.

Salah satu pengobatan pasien gagal ginjal untuk memperpanjang masa hidupnya adalah dengan hemodialisa (HD). Dalam dunia medis hemodialisa lebih kenal dengan istilah cuci darah.

Darah dari dalam tubuh pasien akan dialirkan menuju alat untuk menyarin segala macam kotoran yang ada di dalamnya. Setelah bersih, darah tersebut dimasukan lagi ke dalam tubuh sang pasien.

Proses ini memakan waktu sekira 4-5 jam dan bisa dilakukan 2-3 kali dalam seminggu tergantung dengan kondisi dan tingkat keparahan penyakit pasien. Tentunya banyak yang bertanya, berapa biaya yang diperlukan untuk melakukan satu kali proses hemodialisa atau cuci darah?

Baca Juga: Ini 13 Efek Samping Cuci Darah

Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan (P2JK) Kemenkes, dr. Kalsum Komaryani, MPPM mengatakan pengobatan jenis hemodialisa menjadi yang paling sering dilakukan oleh para penderita gagal ginjal.



"Rumah sakit membebankan biaya Rp800 ribu untuk sekali cuci darah. Biaya akan membengkak tergantung dengan intensitas hemodialisa sesuai tingkat keparahan pasien," terang dr. Kalsum, kepada MNC Portal beberapa waktu lalu.

Selain hemodialisa, ada dua pengobatan lain yang bisa dilakukan oleh pasien gagal ginjal yakni Continous Ambulatory Peritonial Dialysis (CAPD) dan transplantasi ginjal atau cangkok ginjal.

Perlu diketahui bahwa ketiga pengobatan pasien gagal ginjal semuanya menelan biaya yang besar. Untungnya biaya pengobatan tersebut masih ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2008 seconds (11.97#12.26)