Upaya Mendukung Atasi Gangguan Pendengaran dan Penglihatan di Solo
Selasa, 14 Desember 2021 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan menurut WHO, diperkirakan 1 dari 4 orang di dunia bisa mengalami gangguan pendengaran pada 2050. Pernyataan ini disampaikan WHO di laman resminya, 2 Maret 2021, berdasarkan laporan penelitian yang dirilis di hari yang sama.
Dalam lampiran itu disebutkan pada 2050 diperkirakan 2,5 miliar orang berpotensi memiliki gangguan pendengaran dengan tingkat tertentu. 700 juta dari jumlah itu akan membutuhkan bantuan alat pendengaran dan layanan rehabilitasi.
"Gangguan pendengaran memiliki dampak serius khususnya kepada anak anak, karena jika terlambat diatasi dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan bicara, komunikasi dan pemahaman bahasa. Ini tentu akan sangat berpengaruh pada kehidupan sosial anak tersebut nantinya," terang Ketua PERHATI Solo Raya, dr. Putu Wijaya, Sp.T.H.T K.L,FICS.
Baca juga: 5 Alasan Berat Badan Naik di Musim Dingin dan 3 Cara Mencegahnya
Pada kesempatan ini, bersama kitabisa.com, Kasoem memberikan pemeriksaan dan pemberian kacamata gratis bagi 100 pengemudi ojek online. Selain itu, sebanyak 10 alat bantu dengar juga disumbangkan kepada komunitas DFSR (Deaf Family Solo Raya).
Dalam lampiran itu disebutkan pada 2050 diperkirakan 2,5 miliar orang berpotensi memiliki gangguan pendengaran dengan tingkat tertentu. 700 juta dari jumlah itu akan membutuhkan bantuan alat pendengaran dan layanan rehabilitasi.
"Gangguan pendengaran memiliki dampak serius khususnya kepada anak anak, karena jika terlambat diatasi dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan bicara, komunikasi dan pemahaman bahasa. Ini tentu akan sangat berpengaruh pada kehidupan sosial anak tersebut nantinya," terang Ketua PERHATI Solo Raya, dr. Putu Wijaya, Sp.T.H.T K.L,FICS.
Baca juga: 5 Alasan Berat Badan Naik di Musim Dingin dan 3 Cara Mencegahnya
Pada kesempatan ini, bersama kitabisa.com, Kasoem memberikan pemeriksaan dan pemberian kacamata gratis bagi 100 pengemudi ojek online. Selain itu, sebanyak 10 alat bantu dengar juga disumbangkan kepada komunitas DFSR (Deaf Family Solo Raya).
(nug)
Lihat Juga :