Mengenal Egg Banking, Pembekuan dan Penyimpanan Sel Telur untuk Hamil
Selasa, 09 Juni 2020 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, egg banking juga dapat membantu wanita dengan kehilangan kesuburan prematur, seperti cadangan ovarium berkurang, dengan menanamkan sel telur sehat pada usia dini ketika mereka lebih mungkin untuk digunakan nanti.
Di sisi lain, beberapa wanita memilih untuk membekukan dan menabung telurnya untuk alasan sosial, seperti menunggu pasangan yang tepat atau tidak ingin mengambil cuti dari pekerjaan. Telur beku dapat dicairkan, dibuahi dan ditanamkan untuk kehamilan di lain waktu. (Baca juga: Sukses di Usia Muda, Perjalanan Karier Indra Kesuma Penuh dengan Masa-Masa Sulit ).
"Indikasi sosial, wanita belum mau punya anak tapi mau bekerja atau wanita 20-an kena penyakit kista dan sel telur sedikit sekali dan bertambah usia akan membuat sel telur lebih sedikit dan jelek. Makannya diharuskan penyimpanan di usia muda," jelasnya.
"Benefit egg banking punya waktu penyimpanan cukup untuk jaga jarak kehamilan dan hasil embrio bisa ditanam saat dia siap hamil. Jadi wanita bisa siapkan pendidikan dan keuangan, saat 2 tahun 3 tahun lagi bisa lakukan penanaman embrio," tambahnya.
Adapun tahapan egg banking menyerupai awal dari IVF karena keduanya dimulai dengan induksi ovulasi. Selama induksi ovulasi, atau hiperstimulasi ovarium terkontrol, wanita mengonsumsi obat hormon untuk meningkatkan jumlah telur yang tersedia. Satu sel telur dikeluarkan selama ovulasi normal, tetapi dengan hiperstimulasi ovarium terkontrol, beberapa sel telur bisa dilepaskan.
Di sisi lain, beberapa wanita memilih untuk membekukan dan menabung telurnya untuk alasan sosial, seperti menunggu pasangan yang tepat atau tidak ingin mengambil cuti dari pekerjaan. Telur beku dapat dicairkan, dibuahi dan ditanamkan untuk kehamilan di lain waktu. (Baca juga: Sukses di Usia Muda, Perjalanan Karier Indra Kesuma Penuh dengan Masa-Masa Sulit ).
"Indikasi sosial, wanita belum mau punya anak tapi mau bekerja atau wanita 20-an kena penyakit kista dan sel telur sedikit sekali dan bertambah usia akan membuat sel telur lebih sedikit dan jelek. Makannya diharuskan penyimpanan di usia muda," jelasnya.
"Benefit egg banking punya waktu penyimpanan cukup untuk jaga jarak kehamilan dan hasil embrio bisa ditanam saat dia siap hamil. Jadi wanita bisa siapkan pendidikan dan keuangan, saat 2 tahun 3 tahun lagi bisa lakukan penanaman embrio," tambahnya.
Adapun tahapan egg banking menyerupai awal dari IVF karena keduanya dimulai dengan induksi ovulasi. Selama induksi ovulasi, atau hiperstimulasi ovarium terkontrol, wanita mengonsumsi obat hormon untuk meningkatkan jumlah telur yang tersedia. Satu sel telur dikeluarkan selama ovulasi normal, tetapi dengan hiperstimulasi ovarium terkontrol, beberapa sel telur bisa dilepaskan.
Lihat Juga :