Kasus Varian Omicron di Indonesia Bertambah, Ini Gejalanya
Sabtu, 18 Desember 2021 - 17:23 WIB
loading...
Kasus varian Omicron di Indonesia bertambah menjadi tiga orang. Diketahui dua kasus berasal dari pasien yang baru kembali dari Inggris dan Amerika Selatan. Foto/ABC.
A
A
A
JAKARTA - Kasus varian Omicron di Indonesia bertambah menjadi tiga orang. Pada Jumat, 17 Desember 2021 diketahui bahwa dua kasus berasal dari pasien yang baru kembali dari Inggris dan Amerika Selatan .
"Dua pasien terkonfirmasi terbaru adalah IKWJ 42 tahun, laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan serta M 50 tahun, laki-laki, perjalanan dari Inggris. Saat ini keduanya sedang menjalani karantina di Wisma Atlet,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi pada Sabtu (18/12/2021)
Dilansir dari Independent, varian Omicron menyebar dengan cepat dan disebut sering menyebabkan gejala ringan, seperti hidung tersumbat, sakit kepala dan sakit tenggorokan. Hal senada juga diungkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
CDC mempelajari 43 orang yang terinfeksi varian tersebut, salah satunya dirawat di rumah sakit selama dua hari. Ditemukan bahwa gejala yang paling sering dilaporkan adalah batuk, kelelahan, dan hidung tersumbat atau pilek.
Pada bulan November, Dr Coetzee mengatakan kelelahan adalah salah satu gejala utama yang dilaporkan pasiennya yang terinfeksi varian Omicron. Dia mengatakan kepada AFP tenggorokan gatal, sakit kepala ringan dan nyeri tubuh juga dicatat pada orang yang dites positif untuk varian tersebut.
Baca Juga: 2 Pasien Baru Omicron Baru Pulang dari Inggris dan Amerika Selatan
Dr Coetzee menjelaskan bahwa tidak seperti varian Delta sejauh ini, pasien tidak melaporkan kehilangan indra penciuman atau rasa dan. Para pasien varian Omicron ini juga tidak mengalami penurunan kadar oksigen yang signifikan.
Ahli epidemiologi Profesor Tim Spector mengatakan dia juga melihat hal serupa terjadi di daerah seperti London di mana Omicron dominan.
"Dua pasien terkonfirmasi terbaru adalah IKWJ 42 tahun, laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan serta M 50 tahun, laki-laki, perjalanan dari Inggris. Saat ini keduanya sedang menjalani karantina di Wisma Atlet,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi pada Sabtu (18/12/2021)
Dilansir dari Independent, varian Omicron menyebar dengan cepat dan disebut sering menyebabkan gejala ringan, seperti hidung tersumbat, sakit kepala dan sakit tenggorokan. Hal senada juga diungkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
CDC mempelajari 43 orang yang terinfeksi varian tersebut, salah satunya dirawat di rumah sakit selama dua hari. Ditemukan bahwa gejala yang paling sering dilaporkan adalah batuk, kelelahan, dan hidung tersumbat atau pilek.
Pada bulan November, Dr Coetzee mengatakan kelelahan adalah salah satu gejala utama yang dilaporkan pasiennya yang terinfeksi varian Omicron. Dia mengatakan kepada AFP tenggorokan gatal, sakit kepala ringan dan nyeri tubuh juga dicatat pada orang yang dites positif untuk varian tersebut.
Baca Juga: 2 Pasien Baru Omicron Baru Pulang dari Inggris dan Amerika Selatan
Dr Coetzee menjelaskan bahwa tidak seperti varian Delta sejauh ini, pasien tidak melaporkan kehilangan indra penciuman atau rasa dan. Para pasien varian Omicron ini juga tidak mengalami penurunan kadar oksigen yang signifikan.
Ahli epidemiologi Profesor Tim Spector mengatakan dia juga melihat hal serupa terjadi di daerah seperti London di mana Omicron dominan.
Lihat Juga :