Masih Jadi Masalah Utama, Begini Tips Cegah Stunting dan Obesitas pada Balita
Selasa, 18 Januari 2022 - 22:41 WIB
loading...
Permasalahan gizi ini berdampak terhadap generasi penerus bangsa di masa depan. / Foto: ilustrasi/ist
A
A
A
JAKARTA - Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB, Prof. dr. Hardiansyah mengungkapkan, stunting dan obesitas pada balita masih menjadi masalah utama yang dihadapi pemerintah.
Pasalnya, permasalahan gizi ini berdampak terhadap generasi penerus bangsa di masa depan.
Prof. Hardiansyah menyebut ada pangan yang terbukti mencegah stunting saat ibu hamil. Beberapa di antaranya adalah susu, telur, ikan, pangan hewani, dan lauk-pauk.
Baca juga: Stunting dan Obesitas Pengaruhi Generasi Penerus, Ini Upaya untuk Mengatasinya
"Kemudian pangan yang terbukti mencegah stunting setelah bayi lahir adalah ASI eksklusif, susu pertumbuhan, telur, ikan, pangan hewani, lauk pauk, dan berbagai MP ASI diperkaya gizi," jelas Prof. Hardiansyah saat acara Temu Media Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 bertema Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas, Selasa (18/1/2022).
Lebih lanjut, dia mengutarakan bahwa memberikan air susu ibu (ASI) dan makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup dengan baik menjadi pilihan terbait untuk memenuhi asupan gizi pada anak. ASI eksklusif sampai 6 bulan, dilanjutkan pemberian MPASI 6-23 bulan.
"Berikan MPASI yang cukup dan baik pada usia 6-23 bulan. Jaga kesehatan bayi dan anak melalui imunisasi, kebersihan, stimulasi, kebiasaan baik makan sayur, buah, lauk pauk, dan protein tinggi," tuturnya.
Pasalnya, permasalahan gizi ini berdampak terhadap generasi penerus bangsa di masa depan.
Prof. Hardiansyah menyebut ada pangan yang terbukti mencegah stunting saat ibu hamil. Beberapa di antaranya adalah susu, telur, ikan, pangan hewani, dan lauk-pauk.
Baca juga: Stunting dan Obesitas Pengaruhi Generasi Penerus, Ini Upaya untuk Mengatasinya
"Kemudian pangan yang terbukti mencegah stunting setelah bayi lahir adalah ASI eksklusif, susu pertumbuhan, telur, ikan, pangan hewani, lauk pauk, dan berbagai MP ASI diperkaya gizi," jelas Prof. Hardiansyah saat acara Temu Media Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 bertema Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas, Selasa (18/1/2022).
Lebih lanjut, dia mengutarakan bahwa memberikan air susu ibu (ASI) dan makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup dengan baik menjadi pilihan terbait untuk memenuhi asupan gizi pada anak. ASI eksklusif sampai 6 bulan, dilanjutkan pemberian MPASI 6-23 bulan.
"Berikan MPASI yang cukup dan baik pada usia 6-23 bulan. Jaga kesehatan bayi dan anak melalui imunisasi, kebersihan, stimulasi, kebiasaan baik makan sayur, buah, lauk pauk, dan protein tinggi," tuturnya.
Lihat Juga :