Kasus Omicron Meningkat, 5 Organisasi Profesi Medis Minta Pemerintah Tinjau Ulang PTM
Senin, 24 Januari 2022 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Dalam siaran pers IDI dan IDAI yang diterima redaksi MNC Portal Indonesia pada Senin (24/1/2022), diketahui pekan lalu lima organisasi profesi medis dan IDAI sudah mengajukan surat permohonan kepada pemerintah selaku pembuat kebijakan, melalui 4 kementerian yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Dalam Negeri untuk mengevaluasi proses pembelajaran tatap muka 100 persen pada kelompok usia kurang dari 11 tahun.
Permohonan evaluasi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Melihat faktor kepatuhan anak-anak di bawah usia 11 tahun terhadap protokol kesehatan masih belum 100 persen dan belum tersedianya atau belum lengkapnya vaksinasi anak-anak usia kurang dari 11 tahun.
Ketua Umum PDPI DR. Dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR menyebut, saat ini justru anak-anak terserang Omicron lebih banyak dibandingkan serangan varian sebelumnya.
“Laporan dari beberapa negara, proporsi anak yang dirawat akibat infeksi Covid-19 varian Omicron lebih banyak dibandingkan varian-varian sebelumnya, dan juga telah dilaporkan transmisi lokal varian Omicron di Indonesia. Bahkan sudah ada kasus meninggal karena Omicron,” kata DR. Dr. Agus.
Ditambahkan DR. Dr. Isman Firdaus, SpJP(K), FIHA, FAPSIC, FACC,FESC, FSCAI, jika positif terinfeksi Covid-19, anak-anak berpotensi mengalami komplikasi berat.
“Anak potensial mengalami komplikasi berat yaitu multisystem inflammatory syndrome in children associated with Covid-19 (MIS-C) dan komplikasi long Covid-19 lain sebagaimana orang dewasa, yang akan berdampak pada kinerja dan kesehatan organ tubuh lain,” imbuhnya.
Berdasarkan sejumlah pertimbangan di atas, maka 5 organisasi profesi medis tersebut menyarankan beberapa poin, yaitu:
Permohonan evaluasi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Melihat faktor kepatuhan anak-anak di bawah usia 11 tahun terhadap protokol kesehatan masih belum 100 persen dan belum tersedianya atau belum lengkapnya vaksinasi anak-anak usia kurang dari 11 tahun.
Ketua Umum PDPI DR. Dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR menyebut, saat ini justru anak-anak terserang Omicron lebih banyak dibandingkan serangan varian sebelumnya.
“Laporan dari beberapa negara, proporsi anak yang dirawat akibat infeksi Covid-19 varian Omicron lebih banyak dibandingkan varian-varian sebelumnya, dan juga telah dilaporkan transmisi lokal varian Omicron di Indonesia. Bahkan sudah ada kasus meninggal karena Omicron,” kata DR. Dr. Agus.
Ditambahkan DR. Dr. Isman Firdaus, SpJP(K), FIHA, FAPSIC, FACC,FESC, FSCAI, jika positif terinfeksi Covid-19, anak-anak berpotensi mengalami komplikasi berat.
“Anak potensial mengalami komplikasi berat yaitu multisystem inflammatory syndrome in children associated with Covid-19 (MIS-C) dan komplikasi long Covid-19 lain sebagaimana orang dewasa, yang akan berdampak pada kinerja dan kesehatan organ tubuh lain,” imbuhnya.
Berdasarkan sejumlah pertimbangan di atas, maka 5 organisasi profesi medis tersebut menyarankan beberapa poin, yaitu:
Lihat Juga :